DEIR AL BALAH, KOMPAS.TV — Angelina Jolie mengunjungi perlintasan Rafah di perbatasan Mesir–Gaza pada Jumat (2/1/2026).
Ia menyoroti kondisi kemanusiaan yang kian memburuk di wilayah tersebut di tengah musim dingin dan akses bantuan yang tersendat.
Rafah—satu-satunya pintu Gaza ke negara selain Israel—masih tertutup bagi pergerakan orang dan bantuan, meski berulang kali diminta untuk dibuka.
Dalam kunjungannya, menurut laporan Associated Press, Jolie bertemu perwakilan Bulan Sabit Merah di sisi Mesir dan menyambangi rumah sakit di kota Arish untuk berbicara dengan pasien Palestina, menurut pejabat Mesir.
Baca Juga: Israel Kembali ke Gencatan Senjata usai Serang Rafah, Tegaskan Bantuan Masuk Gaza Hari Ini
Isu pembukaan Rafah tetap menjadi perdebatan: Israel menyatakan pembukaan penuh bergantung pada pemulangan seluruh sandera yang dibawa Hamas pada 7 Oktober 2023, sementara Mesir mendorong pembukaan dua arah dan menolak relokasi permanen warga Palestina ke wilayahnya.
Jolie—yang selama lebih dari dua dekade menjadi utusan khusus badan pengungsi PBB hingga 2022—terus mengadvokasi perlindungan warga sipil dan akses kemanusiaan di zona konflik.
Kunjungan itu terjadi saat Gaza memasuki awal 2026 dengan gencatan senjata Israel–Hamas yang rapuh.
Meski pemboman skala besar menurun, korban masih berjatuhan akibat tembakan di sekitar garis kendali Israel, dan krisis kemanusiaan diperparah oleh cuaca dingin, hujan berkepanjangan, serta kekurangan hunian layak.
Tragedi terbaru menegaskan kerentanan tersebut. Seorang nenek dan cucunya yang berusia 5 tahun tewas terbakar di Yarmouk, Gaza, setelah tenda nilon mereka terbakar pada Kamis (1/1/2026) malam—diduga dari aktivitas memasak.
Material tenda yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- Angelina Jolie Gaza
- kunjungan Angelina Jolie Rafah
- krisis kemanusiaan Gaza
- perbatasan Rafah
- musim dingin Gaza
- korban Gaza



