jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Komite Pendukung Presisi Polri (KP3) Ade Adriansyah Utama menegaskan bencana banjir yang melanda tiga wilayah di Sumatra menjadi pengingat serius bagi seluruh elemen bangsa.
Dia mengatakan musibah tidak boleh hanya dijadikan ajang kritik, tetapi harus menjadi momentum nasional untuk bersatu.
BACA JUGA: Unicharm Bantu Korban Bencana di Sumatra dan Jatim
Musibah ini juga momentum menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.
"Situasi darurat yang dihadapi warga membutuhkan respon cepat, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanusiaan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kuat antara masyarakat, aparat kepolisian, dan Tentara Nasional Indonesia dalam meningkatkan solidaritas serta aksi nyata di lapangan," ujar Abah Ade, panggilan akrabnya, Jumat (2/1).
BACA JUGA: Rumah Korban Banjir Sumatra Harus Lebih Tahan Bencana
Ade menilai, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen negara untuk hadir secara penuh dalam penanganan bencana.
Presiden mengarahkan seluruh jajaran terkait agar memberikan bantuan secara maksimal dan menyeluruh, terutama dalam penanganan pascabencana, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
BACA JUGA: Oh Ternyata, Ini Alasan Prabowo Tidak Tetapkan Banjir Sumatra Jadi Bencana Nasional
Ade menyatakan arahan Presiden tersebut harus menjadi semangat bersama di seluruh daerah.
“Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, negara harus hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana secara maksimal. Ini harus diterjemahkan di lapangan melalui kerja nyata dan kolaborasi semua pihak. Bencana ini bukan ajang saling menyalahkan, melainkan momentum nasional untuk bersatu dan menghadirkan solusi,” ujar Abah Ade.
Lebih lanjut sosok yang selalu peduli pada pengawalan kasus-kasus "Rekayasa Perkara" dan "Arogansi Oknum" ini menegaskan bahwa Polri dan TNI memiliki peran strategis dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, distribusi logistik, hingga pemulihan pascabencana.
Di sisi lain, keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan.
“Kami mengapresiasi kerja keras Polri dan TNI di lapangan. KP3 mendorong agar semangat gotong royong terus diperkuat, karena kepedulian dan empati adalah kunci untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tambah tokoh yang menjadi penganggas Badan Peradilan Sipil (BAPERSIPIL) ini.
Momentum bencana di Sumatera ini diharapkan menjadi titik balik untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Kritik yang membangun tetap penting, tetapi harus diiringi dengan solusi, kerja nyata, dan keberpihakan kepada korban.
“Sejak awal sangat mengharamkan politisasi bencana, yang hanya membiaskan semangat membantu saudara-saudara kita memulihkan keadaan,” tegas aktivis '98 ini. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F11%2F22%2Ff53ee467-521a-4d6b-99f3-ccfda8f3fec3_jpg.jpg)
