Pantau - Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang tahun 2025 mencapai Rp2,75 triliun, disalurkan kepada 64.853 debitur hingga 30 Desember 2025.
Penyaluran KUR Lampaui Target Jumlah DebiturKepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi NTT, Adi Setiawan, menjelaskan bahwa realisasi tersebut mencapai 94,5 persen dari target penyaluran KUR tahun 2025 sebesar Rp2,91 triliun.
"Sampai dengan 30 Desember 2025, penyaluran KUR di NTT sebesar Rp2,75 triliun atau 94,5 persen dari target 2025," ungkapnya.
Meski secara nominal belum mencapai target, jumlah debitur justru melampaui, yakni 132,24 persen dari target 27.828 debitur.
Untuk KUR Mikro (konvensional), target penyaluran sebesar Rp2,17 triliun kepada 22.620 debitur, dan realisasinya mencapai Rp2,04 triliun atau 94 persen, disalurkan kepada 61.176 debitur.
Sementara itu, KUR dengan skema syariah ditargetkan sebesar Rp62,22 miliar untuk 3.080 debitur.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur KUR terbesar di NTT, dengan nilai penyaluran Rp2,25 triliun kepada 59.366 debitur.
Sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi penyaluran KUR di wilayah ini, dengan porsi 52,58 persen dari total.
Adi Setiawan menekankan pentingnya pemerataan penyaluran ke sektor-sektor lain.
Ia menyatakan, "Perlu upaya bersama agar penyaluran lebih merata ke sektor lain, terutama perikanan yang baru mencapai 2,54 persen."
Kota Kupang Tertinggi, Sabu Raijua TerendahSecara wilayah, Kota Kupang mencatat penyaluran KUR terbesar, yaitu Rp296,24 miliar kepada 3.770 debitur.
Disusul oleh Kabupaten Sikka dengan penyaluran Rp195,97 miliar untuk 5.127 debitur.
Sementara itu, Kabupaten Malaka dan Kabupaten Sabu Raijua menjadi daerah dengan penyaluran terendah, masing-masing Rp16,10 miliar untuk 105 debitur, dan Rp5,07 miliar untuk 134 debitur.
Penyaluran UMi Tumbuh 12 PersenSelain KUR, penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di NTT juga menunjukkan pertumbuhan positif.
Per 30 Desember 2025, total penyaluran UMi mencapai Rp354,68 miliar, tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year).
Jumlah debitur yang terjangkau mencapai 59.187 orang, atau naik 1,68 persen dibanding tahun sebelumnya.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi penyalur UMi terbesar dengan nilai Rp338,69 miliar kepada 67.397 debitur, sebagian besar melalui skema kelompok.
Kabupaten Manggarai mencatat penyaluran UMi terbesar secara wilayah, yaitu Rp36,60 miliar kepada 6.915 debitur.
Seperti halnya KUR, sektor perdagangan besar dan eceran juga mendominasi penyaluran UMi, dengan porsi 97,64 persen dari total.


