NTB Jadi Magnet Baru Wisata Kapal Pesiar: Tantangan Kini Bukan Lagi Kedatangan, Tapi Dampak Ekonomi Berkelanjutan

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kapal pesiar mewah Ovation Of The Seas milik Royal Caribbean tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 2 Januari 2026, membawa 4.684 wisatawan mancanegara, memperkuat posisi NTB dalam peta jalur pelayaran wisata dunia.

Kunjungan Meningkat, Ekonomi Bergerak Cepat

Sepanjang tahun 2025, NTB tercatat menerima 24 kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas, membawa sekitar 85 ribu wisatawan — angka yang melonjak signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

NTB kini menjadi tujuan kapal pesiar terbanyak kedua di Indonesia setelah Bali.

Lonjakan kunjungan kapal pesiar berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal.

UMKM mengalami peningkatan penjualan, pemandu wisata kebanjiran tamu, dan transportasi lokal seperti bus dan mobil sewaan aktif mengantar wisatawan.

Namun, waktu singgah kapal yang singkat, hanya 8–13 jam, membatasi durasi aktivitas wisata.

Dalam hitungan jam, wisatawan berbelanja produk lokal seperti kerajinan, kain, dan cendera mata, lalu kembali ke kapal.

Meski dampak ekonomi terasa nyata, manfaatnya belum merata.

Sektor perhotelan, restoran menengah, dan atraksi wisata bernilai tinggi belum menikmati dampak maksimal karena wisatawan tidak menginap.

Tantangan Baru: Memperpanjang Jejak Manfaat

Kehadiran kapal bukan lagi tantangan utama — yang lebih mendesak adalah bagaimana memperdalam dampak ekonominya.

Peningkatan infrastruktur pelabuhan sudah berjalan baik.

Pelabuhan Gili Mas memiliki dermaga besar, terminal yang ditingkatkan, serta sistem keamanan dan koordinasi antarinstansi yang solid.

Pelabuhan Badas di Sumbawa pun mulai berkembang sebagai pintu masuk alternatif wisata maritim.

Namun, persoalan muncul di luar pelabuhan.

Keterbatasan akomodasi besar, atraksi wisata yang mampu menampung ribuan orang, serta konektivitas darat yang belum efisien membatasi mobilitas wisatawan.

Jarak tempuh ke destinasi utama terlalu jauh, membuat wisatawan cenderung memilih berbelanja di sekitar pelabuhan.

Potensi wisata besar di wilayah lain belum tersentuh optimal.

Atraksi budaya seperti gendang beleq dan barapan kebo menarik minat wisatawan, namun belum terintegrasi dalam paket wisata tematik yang utuh.

Tanpa kurasi yang matang, wisata kapal pesiar hanya menjadi pola singkat: datang, belanja, lalu pergi.

Menuju Pariwisata Laut yang Berkelanjutan

Isu lingkungan juga menjadi perhatian.

Kapal pesiar membawa ribuan orang dengan potensi limbah dan jejak karbon besar.

Pariwisata laut harus dijalankan dengan prinsip keberlanjutan: perlindungan pesisir, pengelolaan limbah, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Sepanjang 2025, NTB dinilai berhasil membuka jalur wisata kapal pesiar global.

Namun, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa setiap kunjungan meninggalkan jejak bermakna dan manfaat yang berkelanjutan.

Daerah perlu mengembangkan paket wisata tematik singkat yang padat, otentik, dan mudah dijangkau dari pelabuhan.

Ekosistem pariwisata harus terintegrasi — dari pelabuhan, destinasi, transportasi, hingga UMKM.

Persiapan untuk membuat kapal pesiar bersedia tinggal lebih lama juga perlu dimulai.

Hal ini mencakup peningkatan kapasitas hotel, atraksi malam hari, dan jaminan keamanan.

Satu malam tambahan dari wisatawan kapal pesiar bisa melipatgandakan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kapal pesiar bukan sekadar simbol wisata mewah, tapi juga menjadi cermin kesiapan daerah dalam menyambut dunia.

NTB telah membuktikan bahwa mereka layak disinggahi — kini saatnya memastikan setiap kunjungan memberi manfaat yang nyata.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Tumbuh Agresif
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Kredit Terdampak Bencana Sumatra Nyaris Capai Rp400 Triliun, OJK Beri Relaksasi Hingga Tiga Tahun
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Blackpink Cetak Rekor Lagi! Lagu ‘Kill This Love’ Tembus 1 Miliar Streams di Spotify
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Usut Kematian Sekeluarga di Tanjung Priok, Polisi Masih Terus Olah TKP
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Menperin: Banjir Sumatera Menahan Nilai Tambah Manufaktur hingga Rp15 Triliun
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.