Gaya Nyentrik Penjual Lumpia Basah di Dago Bandung: Pakai Jas, Dikira Paspampres

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Di tengah hiruk pikuk Jalan Dago, Bandung, Jawa Barat, aroma lumpia basah menyeruak dari sebuah gerobak sederhana. Menu yang dijajakan tampak seperti lumpia basah pada umumnya, sampai mata tertuju pada sang penjual.

Ia berdiri memasak menyiapkan hidangan untuk pembeli, dengan mengenakan jas rapi, kemeja bersih, dasi merah, lengkap dengan pin berbentuk kujang emas pada bagian kerah, serta sepatu pantofel yang mengilap. Penampilannya kontras dengan lapak sederhananya.

Pedagang lumpia itu ialah Agus Hidayat (42 tahun). Ia awalnya berjualan dengan set pakaian ini ketika sering melakukan siaran langsung di TikTok bersama teman-temannya. Siaran langsung itu dilakukan setiap dua kali dalam seminggu.

"Awal mulanya sih ada siaran di TikTok, berempat sama rekan. Kita kalau live semuanya pakai jas seperti ini. Awalnya dari situ sih, challenge-challenge-an," kata Agus saat ditemui Jumat (2/1).

"Dalam waktu 1 minggu itu dulu mah 2 kali ya, hari Jumat sama hari Minggu. Nah, kalau sekarang tiap hari pakai (jas)," lanjutnya.

Cara berpakaiannya itu sudah dilakukan sejak 2 bulan lalu. Semenjak saat itu, pembeli jadi lebih tertarik.

"Ada 2 bulan yang lalu lah. Tapi kalau yang pakai tiap hari baru 1 minggu ini aja," ujar dia.

Namun, berjualan dengan pakaian itu ternyata juga menimbulkan dugaan lain dari pembelinya. Ia sempat dikira Paspampres hingga intelijen yang sedang menyamar.

"Ini lagi nyamar ya Intel ya? Paspampres. Bukan saya mah asli tukang lumpia," kata Agus mengingat perkataan orang tentangnya.

Asal Pakaian

Soal pakaian formal yang selalu dipakai, Agus mengatakan membelinya sendiri. Beberapa juga ada yang pemberian orang lain.

"Pakaiannya ada yang satu dikasih, kalau yang lain beli," ujar dia.

Agus menyebut, sudah 14 tahun berjualan lumpia basah di tempat itu. Sebelum berjualan, ia bekerja sebagai sopir mobil boks.

"Dulu jadi sopir, sopir mobil boks. Oh, sopir mobil boks. Sekarang mah ya jadi pedagang kaki lima gini lah, alhamdulillah," ucapnya.

Omzet Naik Sejak Jualan Pakai Jas

Satu porsi lumpia basah ia jual seharga Rp 12.000. Sebelumnya, dalam sehari, ia menjual 100 porsi. Kini, penjualannya meningkat 2 kali lipat.

"Untuk sekarang ya, malu sih ini, segini lah 200," kata Agus.

Agus mengatakan, sejak dirinya berpenampilan formal, banyak pembeli yang lebih tertarik.

"Berpengaruh sama penjualannya terus pelanggan tuh pada senang. Cuma ada yang bilang kok jadi begini sih mang? Dulu kan enggak begini," kata Agus.

Dengan pakaian nyentriknya, banyak pembeli yang mengajaknya untuk swafoto.

"Yang paling berkesan buat saya mereka tuh minta foto, minta video bareng. Aduh, malu pokoknya," kata Agus.

Agus mengatakan, awalnya ia malu mengenakan pakaian tersebut. Ia juga sempat mendapat ejekan.

"Malu bahkan dibilang apa sih ikut-ikutan kayak gitu katanya. Tapi dalam hati saya enggak apa-apalah yang penting mah jualannya kelihatan rapi dan bersih gitu ya," ujar dia.

"Saya udah nyerah pakai jas itu enggak mau. Cuma teman-teman yang lainnya ngasih support semangat yang tiga orang itu," ujarnya melanjutkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga OTR Jakarta Suzuki Fronx per Januari 2026
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Strategi Andalan Jadi Senjata Makan Tuan Buat Starbucks
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cuaca Jatim Hari Ini Diprakirakan Berawan Tebal dengan Potensi Hujan Petir
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PSM Makassar Bidik Performa Lebih Baik dalam Lawatan ke Markas Borneo FC
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: dari Pameran Avatar hingga Hutan Menyala Dongeng Nusantara
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.