tvOnenews.com - Keracunan makanan masih sering terjadi di tengah masyarakat dan merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele.
Kasus keracunan makanan, terutama yang terjadi secara massal, dapat menimbulkan dampak serius bahkan berujung pada korban jiwa.
Melansir dari Youtube Hidup Sehat tvOne, dr. Haekal Anshari, M.Biomed (AAM), seorang praktisi kesehatan, mejelaskan, umumnya keracunan makanan disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau racun, serta proses pengolahan dan penyajian yang tidak higienis.
Berbagai jenis makanan dapat menjadi sumber keracunan. Contohnya adalah seafood atau telur yang terkontaminasi bakteri Salmonella, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih, serta daging ayam dan ikan yang diolah dengan cara yang tidak tepat.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui gejala serta langkah pertolongan pertama pada keracunan makanan.
Gejala Keracunan Makanan
- Freepik
Gejala keracunan makanan dapat muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang tercemar.
"Gejala yang muncul antara lain, mulai dari mual, muntah, diare, kram perut, perut melilit, hingga sakit kepala," kata dr. Haekal
Pada beberapa kasus, gejala dapat menjadi lebih berat dan memerlukan penanganan medis segera.
Langkah Pertolongan Pertama pada Keracunan
1. Memberi air putih
Saat menghadapi orang yang mengalami keracunan makanan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memberikan air putih secara perlahan untuk mencegah dehidrasi.
Cairan sangat penting karena muntah dan diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.
2. Posisikan tubuh dalam keadaan duduk tegak
Jika penderita mengalami muntah, posisikan tubuh dalam keadaan duduk tegak, bukan berbaring.
Hal ini bertujuan untuk mencegah muntahan masuk ke saluran pernapasan yang dapat membahayakan nyawa.
3. Beri makan secara bertahap
Dr. Haelak juga mengimbau agar hindari memberikan makanan atau minuman dengan bumbu kuat karena dapat memperparah rasa mual.
Setelah kondisi sedikit membaik, berikan makanan secara bertahap dan dalam porsi kecil. Pilih makanan yang rendah lemak dan mudah dicerna, seperti bubur.
4. Beri air jahe
Selanjutnya, memberikan air jahe juga dapat diberikan pada seseorang yang keracunan makanan, karena membantu meredakan mual dan mengurangi muntah.
5. Konsultasikan ke dokter
Selain itu, dr. Haekal juga menegaskan untuk jangan memberikan obat antidiare atau antimuntah tanpa anjuran dokter pada seseorang yang keracunan, karena dapat memperburuk kondisi tertentu.
Jika gejala sudah mereda, istirahatkan penderita. Namun, apabila muncul tanda bahaya seperti muntah yang tidak tertahankan, diare disertai darah, demam tinggi, atau gejala neurologis seperti gangguan penglihatan dan kelemahan tubuh, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pencegahan Keracunan Makanan
Untuk mencegah keracunan makanan, pastikan bahan makanan diolah dengan baik, buah dan sayuran dicuci hingga bersih, serta daging dan ikan dimasak sampai matang.
Untuk makanan kemasan, selalu periksa tanggal kedaluwarsa. Jika terdapat perubahan aroma, rasa, atau tekstur pada makanan, sebaiknya jangan dikonsumsi demi menjaga kesehatan.
(nka)

