Harga Emas Menguat di Awal 2026, Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Logam mulia mengawali sesi perdagangan pertama Tahun Baru dengan melanjutkan lonjakan besar sepanjang 2025.

Harga Emas Menguat di Awal 2026, Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Logam mulia mengawali sesi perdagangan pertama Tahun Baru dengan melanjutkan lonjakan besar sepanjang 2025. Ketegangan geopolitik serta ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) menjaga permintaan emas tetap tinggi.

Emas spot menguat 0,22 persen di level USD4.332,06 per troy ons, setelah sempat menguat hingga USD4.402,06 pada awal sesi Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:
Geliat Saham Grup Bakrie di Awal 2026, DEWA dan VKTR Sentuh Rekor Tertinggi

Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025, dan membukukan kenaikan 64 persen sepanjang tahun lalu.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan, dikutip Reuters, pasar terus membicarakan peluang pemangkasan suku bunga pada Maret dan kemungkinan pemangkasan lanjutan tahun ini.

Baca Juga:
Dolar AS Menguat di Awal 2026, Akhiri Penurunan Tahunan Terbesar dalam Delapan Tahun

Menurut dia, kombinasi ekspektasi tersebut dengan kekhawatiran pasar terhadap tarif serta berlanjutnya persoalan utang AS mendorong harga emas, perak, platinum, dan paladium bergerak lebih tinggi.

Pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed masing-masing sebesar seperempat poin, yang membuat emas, yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil, semakin menarik bagi investor.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat Terdorong Saham-saham Produsen Chip

Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas juga mendapat dukungan dari kabar ketegangan di Iran, belum adanya kesepakatan damai Rusia-Ukraina, serta berlanjutnya persoalan di Gaza.

Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menyatakan, secara teknikal, target kenaikan berikutnya untuk kontrak berjangka emas Februari adalah penutupan harga di atas area resistensi kuat pada level kontrak atau rekor tertinggi di USD4.584.

Di sisi lain, emas fisik mulai diperdagangkan dengan premi di India dan China untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan terakhir.

Perak spot naik 0,7 persen ke USD71,77 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD83,62 pada Senin.

Platinum melonjak 3,5 persen ke USD2.125,80 per ons, setelah sebelumnya juga mencetak rekor tertinggi di USD2.478,50.

Sepanjang 2025, kinerja perak dan platinum melampaui emas. Harga perak melonjak lebih dari 147 persen, didorong statusnya sebagai mineral kritis di AS, ketatnya pasokan, serta rendahnya persediaan di tengah kuatnya permintaan industri dan investasi. Sementara itu, platinum naik 127 persen sepanjang tahun lalu.

Paladium turut menguat hampir 2 persen ke level USD1.636,43 per troy ons, setelah menutup 2025 dengan kenaikan 76 persen, yang menjadi lonjakan terbesar dalam 15 tahun terakhir. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemendagri Mulai Berangkatkan 1.138 Praja IPDN ke Aceh Tamiang
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Putin Ngamuk! Apartemen di Ukraina Jadi Korban Terbaru
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Selesai Diautopsi, Jasad 3 Orang di Warakas Jakut Diserahkan ke Keluarga
• 2 jam laludetik.com
thumb
Dompet Dhuafa Yogyakarta Kirim Bantuan untuk Penyintas Bencana Sumatera
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
AS Desak Tiongkok Hentikan Aktivitas Militer di Sekitar Taiwan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.