Sekeluarga di Jakut Tewas dengan Mulut Berbusa, Kriminolog Duga Keracunan Sianida

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengungkapkan, kasus tewasnya sekeluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diduga disebabkan keracunan bahan Kimia yang kemungkinan sianida.

Dugaan tersebut disampaikan Adrianus berdasarkan sejumlah ciri yang ditemukan pada jasad para korban.

"Ini nampaknya keracunan, keracunannya jenis apa? Nampaknya kalo dilihat dari segi ada busa (di mulut para korban), kemudian tubuh melepuh, ini kena kimia seperti sianida yang kemudian membuat tampilan tubuh seperti itu," jelas Adrianus dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Sabtu (3/1/2025).

Baca juga: Misteri Tewasnya Sekeluarga di Jakut: Ditemukan di Ruangan Berbeda dengan Mulut Berbusa

Meski demikian, Adrianus menegaskan bahwa dugaan tersebut belum dapat dipastikan.

Menurut dia, kepastian penyebab kematian tiga korban yang terdiri dari seorang ibu dan dua anak itu baru bisa diketahui setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=adrianus meliala, sekeluarga keracunan di warakas, sekeluarga tewas di warakas&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMy8xMDE4MDk2MS9zZWtlbHVhcmdhLWRpLWpha3V0LXRld2FzLWRlbmdhbi1tdWx1dC1iZXJidXNhLWtyaW1pbm9sb2ctZHVnYS1rZXJhY3VuYW4=&q=Sekeluarga di Jakut Tewas dengan Mulut Berbusa, Kriminolog Duga Keracunan Sianida§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

"Tapi tentu dari segi kepastiannya harus menunggu pemeriksaan laboratorium dulu," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga orang yang tinggal di sebuah rumah kontrakan wilayah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditemukan meninggal dengan kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam merah pada tubuh.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, ketiga korban terdiri dari seorang ibu berinisial S (50), perempuan berinisial AA (27), dan anak laki-laki berusia 13 tahun berinisial AA.

"Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya," ucap Seno saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).

Baca juga: Mobil Pelat 25 RI Diduga Serobot Antrean Pintu Tol, Polisi: Kami Masih Tunggu Konfirmasi

Meskipun demikian, penyebab kondisi tersebut masih perlu dipastikan. Saat ini, dokter forensik masih mendalaminya.

"Namun, penyebabnya apa atau sebanyak apa, karena apa, masih dalam pemeriksaan dari dokter forensik yang menangani," kata dia.

Selain tiga orang yang tewas, ada satu orang lainnya ditemukan dalam kondisi kritis. Namun, mulutnya tidak berbusa seperti korban lainnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Tim medis masih memeriksa apakah terdapat ruam merah yang sama pada tubuh orang tersebut.

“Itu masih kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan juga oleh dokter,” ujar Seno.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sudah Masuk ke Indonesia ! Ketahui Gejalanya, Tercatat 62 Kasus “Super Flu” Varian Subklade K, Terbanyak di Jatim, Kalsel dan Jabar
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Kinerja Manufaktur Asia Desember 2025 Moncer Meski Ada Tarif Trump
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Bandung Terancam Gempa Besar, Ini Tanda-tandanya
• 7 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Fiersa Besari Bawa Kabar Duka, Istri Ditabrak Mobil Saat Berangkat Liburan
• 8 jam laluinsertlive.com
thumb
Polri Laksanakan KUHP dan KUHAP Baru
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.