Pengkritik Pemerintah Diteror, Abu Janda: Nggak Usah Cengeng, Kepala Saya Pernah Mau Dipenggal

fajar.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Aktivis media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda membandingkan dirinya, dengan influencer yang mendapat teror belakangan ini. Menurutnya, apa yang dia alami lebih horor.

“Bukannya sombong, tapi saya rasa untuk urusan teror, tidak ada influencer yang hidupnya lebih horor daripada saya akibat terlalu sering diteror,” katanya dikutip dari Instagram @permadiaktivis2, Sabtu (3/1/2026).

Dia menuturkan sejumlah rangkaian peristiwa yang dianggapnya teror. Dimulai pada 2019.

“Tahun 2015 itu saya pernah jadi buronan umat Islam, karena waktu itu saya bikin video parodi ngeledek ISIS, yang waktu itu mereka kagumi ISIS itu kayak pejuang Islam lah gitu,” tuturnya.

Untuk menghindari teror tersebut, dia mesti berpindah-pindah tempat tinggal.

“Saya tuh harus sampai berpindah-pindah. Darah saya dihalalkan,” tambahnya.

Di tahun selanjutnya, dia kembali berurusan dengan Front Pembela Islam (FPI). Setelah getol membela Gubernur Jakarta kala itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait dugaan penistaan agama.

“Tahun 2016, akibat saya terlalu vokal belain Ahok, alamat rumah saya diviralkan, dan rumah saya tiap hari disatroni Laskar FPI selama sebulan penuh, sampai saya harus ngungsi waktu itu, dan sebulan nggak pernah pulang ke rumah,” jelasnya.

Meski mengalami hal tersebut, dia bilang dirinya tak pernah mengungkapkan hal itu ke media sosial.

“Tapi apa saya curhat di medsos? Tolong rumah saya diteror FPI, nggak tuh.”

Pengalaman serupa tak sampai di situ, pada 2020, ada sebuah sayembara. Jika bisa memenggal kepalanya, maka ada hadiah umrah.

“Tahun 2020 ada sayembara, penggal kepala saya hadiah umroh, karena saya meledek istri Bahar Smith,” ucapnya.

Sama seperti sebelumnya, dia juga tak mengungkap apa yang dialai ke publik.

“Saya sampai pindah dari rumah ke apartemen. Apa saya cengeng minta tolong di medsos? Tolong saya mau dipenggal. Nggak tuh,” ucapnya.

Dia lalu berspekulasi, mental influencer saat ini berbeda. Ketimbang mental influencer Gen X.

“Mungkin emang mentalitas influencer muda sama influencer tua kayak saya ini beda kali ya?” ujarnya.

“Kita ini influencer Gen X, lebih tough, lebih keras, lebih tahan banting. Jadi buat saya, teror itu risiko bersuara, risiko vokal bersuara,” tambahnya.

Menurutnya, jika berani bersuara, maka berani pula menanggung risikonya.

“Jadi sorry, maaf, ngggak usah cengenglah. Jangan cuma berani vokalnya doang, tapi enggak berani nanggung risikonya. Come on!” pungkasnya.
(Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil BRI Super League: Persebaya Curi 3 Poin di Kandang Madura United, Catat 9 Laga Unbeaten
• 13 jam lalubola.com
thumb
Rusia Heran dengan Kelancungan AS yang Serang Venezuela dan Bakal Adili Nicolas Maduro
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
India minta X perbaiki Grok menyusul munculnya konten AI tidak senonoh
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Cegah Jalan Putus, Brimob Bener Meriah Berjibaku Bersihkan Gorong-Gorong yang Tersumbat
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wapres AS: Trump Sudah Tawarkan Jalan Keluar bagi Maduro
• 11 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.