EtIndonesia. Pada malam Tahun Baru, 31 Desember 2025, di wilayah Pataz—salah satu kawasan utama penghasil emas di Peru bagian utara—terjadi serangan terhadap penambang ilegal. Sedikitnya 3 orang tewas, dan dilaporkan 7 orang lainnya hilang.
Menurut laporan Reuters, perusahaan tambang Poderosa menyatakan bahwa petugas keamanan perusahaan mendengar suara tembakan dan segera menuju lokasi. Di tempat kejadian, mereka menemukan tiga orang tewas akibat luka tembak, yang diduga merupakan penambang yang memasuki area tambang secara ilegal. Polisi telah menangkap dua orang terkait insiden tersebut.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa tidak ada laporan penculikan atau orang hilang. Namun, Wali Kota Pataz, Aldo Marino, sebelumnya mengatakan kepada media bahwa polisi telah melaporkan adanya tujuh orang yang hilang.
Kejaksaan setempat menyampaikan melalui media sosial bahwa mereka menemukan 11 selongsong peluru di lokasi kejadian dan telah memulai penyelidikan.
Wilayah Pataz merupakan salah satu daerah penghasil emas utama di Peru, yang sebagian besar bergantung pada pertambangan skala kecil, tradisional, atau sektor informal. Tambang-tambang ini beroperasi di bawah sistem izin sementara dari pemerintah.
Namun, ribuan izin tersebut telah disalahgunakan oleh penambang ilegal. Sumber dari kepolisian dan industri menyebutkan bahwa para penambang ilegal ini berkolusi dengan kelompok kriminal untuk mencuri hasil tambang.
Pada tahun 2024, nilai ekspor emas Peru mencapai 15,5 miliar dolar AS, meningkat tajam dibandingkan 11 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Sekitar 40% dari total produksi emas tersebut berasal dari pertambangan ilegal. (Hui)



