Dari Preventif hingga Rehabilitatif, Bethsaida Healthcare Fokus Kembangkan Layanan Terintegrasi di 2026

herstory.co.id
1 minggu lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Menutup tahun 2025, Bethsaida Healthcare menegaskan penguatan layanan kesehatan terintegrasi sebagai fondasi pengembangan layanan pada 2026. Komitmen ini disampaikan manajemen untuk memastikan masyarakat memperoleh akses perawatan yang saling terhubung, mulai dari layanan preventif, diagnostik, kuratif, hingga rehabilitatif, dalam satu ekosistem yang berkesinambungan.

Managing Director Bethsaida Healthcare, dr. Magdalena, menyatakan fokus tersebut diarahkan pada peningkatan pengalaman pasien agar proses perawatan berjalan lebih terkoordinasi. “Di penghujung 2025, kami semakin menegaskan fokus Bethsaida Healthcare pada layanan yang terintegrasi. Tujuannya sederhana namun penting: pasien mendapatkan pengalaman perawatan yang utuh, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan—dari pencegahan sampai pemulihan,” ujarnya dalam keterangan resmi, akhir Desember 2025.

Ekosistem layanan Bethsaida Healthcare dibangun dengan pembagian peran yang saling melengkapi. Untuk layanan preventif dan wellness, masyarakat dapat mengakses Seraphim Medical Center Gading Serpong yang mengedepankan pendekatan holistik dan personal. Sementara itu, kebutuhan diagnostik, kuratif, dan rehabilitatif ditangani melalui Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Bethsaida Hospital Serang, yang melayani penanganan kondisi akut hingga perawatan lanjutan.

Di tingkat layanan harian, Bethsaida Healthcare juga menghadirkan Bethsaida Clinic di Aniva Junction dan Paramount Petals. Klinik ini melayani kebutuhan dasar seperti medical check-up, vaksinasi, dan layanan suntik vitamin, sehingga pasien dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus keluar dari jejaring yang sama.

Integrasi layanan tidak hanya dilakukan antarunit, tetapi juga antar Center of Excellence (COE). Salah satunya Heart & Vascular Center yang terhubung antara Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Bethsaida Hospital Serang. Pola ini memungkinkan koordinasi layanan medis, mulai dari konsultasi hingga tindakan lanjutan, berjalan lebih efisien. “Integrasi antar unit dan antar COE memungkinkan kami mengarahkan pasien ke layanan yang paling tepat, dengan koordinasi yang kuat antar tim,” kata dr. Magdalena.

Selain integrasi layanan klinis, Bethsaida Healthcare juga memastikan keterhubungan data rekam medis pasien untuk mendukung akurasi keputusan medis. Menurut dr. Magdalena, kesinambungan informasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan keselamatan pasien.

Memasuki 2026, Bethsaida Healthcare menyatakan akan melanjutkan pengembangan layanan melalui penguatan fasilitas, teknologi, dan kapabilitas klinis guna menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bahlil: Mulai 2027 Indonesia Tak Lagi Impor Avtur
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Beberkan Alasan Bos Maktour tidak Turut Dijadikan Tersangka Bersama Mantan Menag Yaqut
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Donald Trump Incar Harta Karun Arktik di Tengah Kontroversi Akuisisi
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sejarah Tercipta: Soeharto Bangun Kilang Balongan, Prabowo Balikpapan
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hari Ini Saksi Dugaan Penipuan Kripto Rp3 Miliar Diperiksa Polisi
• 11 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.