Indonesia Bersama Tujuh Negara Lain Tuntut Israel Buka Akses PBB ke Gaza

disway.id
2 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Luar Negeri dari Indonesia, serta Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir menuntut agar Israel, memastikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional dapat beroperasi di Gaza dan Tepi Barat, Palestina.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) melalui unggahan di media sosial X, @Kemlu_RI, Jumat 2 Januari 2026, para menteri luar negeri tersebut menuntut agar Israel memastikan PBB dan LSM internasional dapat beroperasi di Gaza dan Tepi Barat secara berkelanjutan, dapat diprediksi, dan tanpa batasan, hal ini mengingat peran integralnya dalam respons kemanusiaan di Jalur Gaza.

BACA JUGA:Polda Riau Kembali Kerahkan Tiga Alat Berat untuk Bantu Pemulihan Banjir Palembayan Agam

BACA JUGA:Mulai Januari 2026, Kemenhub Belakukan SIM PKB Fullcycle di Seluruh Indonesia

Menurut Kemlu, segala upaya untuk menghambat kemampuan mereka beroperasi tidak dapat diterima.

Para Menlu memuji upaya tanpa henti dari semua organisasi dan badan PBB, terutama UNRWA atau Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina, serta LSM kemanusiaan internasional, yang terus membantu warga sipil Palestina dan memberikan bantuan kemanusiaan dalam keadaan yang sangat sulit dan kompleks.

Mereka juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang diperparah kondisi cuaca yang buruk dan tidak stabil, termasuk hujan lebat dan badai.

Kondisi itu kian parah akibat terbatasnya akses kemanusiaan, krisis akut pasokan kebutuhan pokok yang menyelamatkan jiwa serta lambannya kedatangan material penting yang dibutuhkan untuk pemulihan layanan dasar dan pembangunan hunian sementara.

BACA JUGA:Pemenang dan Pecundang Jika Liam Rosenior Resmi Menangani Chelsea

BACA JUGA:Pelatih Persija Tanggung Kesalahan Fatal: Jangan Lagi Kecolongan Lawan Tim Papan Bawah

Para menlu menyoroti bahwa cuaca buruk telah mengungkap kerapuhan kondisi kemanusiaan yang ada, khususnya bagi hampir 1,9 juta orang dan keluarga pengungsi yang tinggal di tempat penampungan yang tidak memadai.

Kamp-kamp yang terendam banjir, tenda-tenda yang robek, runtuhnya bangunan-bangunan yang rusak serta paparan suhu dingin yang disertai malnutrisi secara signifikan telah meningkatkan risiko bagi kehidupan warga sipil, 

Termasuk akibat wabah penyakit, terutama di kalangan anak-anak, perempuan, lansia, dan individu dengan kerentanan medis.

Negara-negara itu menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, dan Rencana Komprehensif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan menyatakan niat mereka untuk berkontribusi pada keberhasilan implementasinya.

BACA JUGA:10 Daftar Orang Terkaya di Indonesia: Ratu Sawit Wirastuty Fangiono Jadi Konglomerat Termuda Berharta Rp23,45 Triliun

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekonom: Krisis di Venezuela belum dorong kenaikan harga minyak dunia
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kuasai 5,42% Saham, Bank Jatim (BJTM) Jadi Pengendali Bank Lampung
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK dalami dugaan aliran uang dari Ade Kuswara ke Eddy Sumarman
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
BNI Turun ke Lapangan dalam Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Malaysia Open 2026 Hari Pertama: Fajar/Felisha Tantang Wakil Tuan Rumah
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.