Bisnis.com, JAKARTA - Pegadaian selama ini dikenal luas sebagai lembaga keuangan yang menyediakan layanan pembiayaan dengan sistem gadai. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, Pegadaian juga menghadirkan pinjaman pegadaian tanpa jaminan sebagai alternatif pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan modal tanpa harus menyerahkan agunan.
Lantas, apakah benar pinjaman pegadaian bisa diajukan tanpa jaminan? Berikut penjelasan lengkap mengenai pinjaman pegadaian, mulai dari jenis layanan, syarat mengajukan pinjaman di pegadaian, hingga cara mengajukan pinjaman di pegadaian secara resmi.
Bisakah Pinjam di Pegadaian Tanpa Jaminan?Pada umumnya, lembaga penyedia kredit menerapkan sistem jaminan sebagai langkah mitigasi risiko. Barang jaminan berfungsi sebagai pengaman apabila nasabah mengalami gagal bayar. Namun dalam praktiknya, tidak semua calon nasabah memiliki aset yang memenuhi kriteria sebagai jaminan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pegadaian menyediakan layanan pinjaman pegadaian tanpa jaminan melalui skema pinjaman nongadai. Artinya, nasabah dapat mengajukan pembiayaan tanpa harus menyerahkan barang sebagai agunan.
Pengajuan pinjaman ini dapat dilakukan langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat. Selain layanan nongadai, Pegadaian juga tetap menyediakan berbagai produk gadai dengan jaminan, seperti Gadai Emas, Gadai Kendaraan, Gadai Elektronik, Pembiayaan Porsi Haji, hingga Gadai Tabungan Emas.
Salah satu produk unggulan pinjaman pegadaian tanpa jaminan adalah KUR Syariah Pegadaian. Layanan ini diperuntukkan bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal kerja atau pengembangan usaha tanpa agunan.
Baca Juga
- Link Net (LINK) Raih Pinjaman Jumbo dari IFC & ADB Rp5,81 Triliun
- Kebijakan Pinjaman KUR Bisa Berkali-kali, Menteri UMKM Beri Penjelasan
- Anak Usaha Golden Energy (GEMS) Raih Pinjaman Rp900 Miliar dari Bank Mandiri
KUR Syariah Pegadaian dijalankan berdasarkan prinsip syariah dan telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI. Selain bebas jaminan, layanan ini menawarkan mu’nah atau biaya yang relatif terjangkau serta bebas biaya administrasi.
Proses pengajuan KUR Syariah juga tergolong cepat dan mudah karena dapat diproses di seluruh outlet Pegadaian di Indonesia. Dana pembiayaan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan usaha, seperti pembelian perlengkapan, stok barang dagangan, maupun kebutuhan operasional lainnya.
Syarat Mengajukan Pinjaman di Pegadaian Tanpa JaminanMeski tidak memerlukan agunan, syarat mengajukan pinjaman di pegadaian tetap harus dipenuhi oleh calon nasabah. Untuk KUR Syariah Pegadaian, berikut dokumen yang wajib disiapkan:
- Salinan KTP dan Kartu Keluarga (KK)
- Salinan Surat Nikah bagi nasabah yang sudah menikah
- Surat Keterangan Domisili jika alamat tidak sesuai KTP
- Bukti kepemilikan rumah tinggal tetap (SHM, SHGB, atau PBB)
- Salinan NIB atau surat izin usaha seperti IUMK atau SIUP
- Salinan rekening listrik, air, atau telepon
- Dokumen pendukung lain jika dibutuhkan
Seluruh dokumen tersebut akan diverifikasi oleh petugas Pegadaian sebelum proses dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Cara Mengajukan Pinjaman di PegadaianBagi masyarakat yang berminat, cara mengajukan pinjaman di pegadaian tanpa jaminan cukup sederhana. Berikut alur pengajuannya:
- Datang ke kantor Pegadaian terdekat dengan membawa dokumen persyaratan.
- Mengajukan permohonan pinjaman KUR Syariah kepada petugas.
- Petugas melakukan verifikasi berkas dan survei usaha.
- Nasabah menerima konfirmasi jumlah kredit yang disetujui.
- Penandatanganan akad pembiayaan.
- Dana pinjaman dicairkan sesuai kesepakatan.
Setelah dana diterima, nasabah wajib membayar angsuran tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk menghindari denda atau sanksi.
Keuntungan dan Karakteristik Pinjaman Tanpa JaminanMenggunakan pinjaman tanpa jaminan memiliki sejumlah keuntungan. Plafon pinjaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial nasabah. Selain itu, jangka waktu dan jumlah angsuran relatif fleksibel.
Dana pinjaman juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan produktif, terutama pengembangan usaha. Pembayaran angsuran bisa dilakukan secara tunai maupun melalui transfer, sehingga memudahkan nasabah.
Namun, calon peminjam tetap perlu memperhatikan biaya dan skema pembiayaan yang diterapkan. Pilihlah pinjaman dengan beban biaya ringan agar cicilan tidak memberatkan keuangan di kemudian hari.
Mengacu pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pinjaman tanpa jaminan memiliki beberapa karakteristik utama, antara lain tidak memerlukan agunan, proses pencairan relatif cepat, serta dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Perhitungan biaya pembiayaan juga mengikuti ketentuan masing-masing lembaga keuangan.
Dengan memahami karakteristik tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih produk pinjaman pegadaian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.




