Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Tuban
Seorang penarik becak lansia berusia 58 tahun asal Tuban, Bejo Waluyo Jawa Timur turut menyampaikan sepenggal doa tulus usai dirinya beserta para penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Bertempat di Pendopo Krida Manunggal, Tuban, raut wajah syukur terpancar dari Bejo usai menerima bantuan tersebut. Ia berharap kepemimpinan Presiden Prabowo senantiasa berpihak pada masyarakat kecil.
“Semoga Pak Prabowo selalu prorakyat. Selalu sehat, panjang umur dan selalu bisa membuat rakyatnya tersenyum,” ujar Bejo.
Pemerintah membagikan sebanyak 100 unit becak listrik kepada penarik becak lansia yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap warga lanjut usia yang masih harus bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga.
Bagi Bejo, keberadaan becak listrik ini sangat meringankan bebannya. Selama ini, mengayuh becak manual di usia senja dirasakan sangat menguras tenaga.
“(Becak manual) berat sekali. Dengan umur segitu ya sangat berat,” tutur Bejo.
Selama menarik becak ontel, penghasilan Bejo tidak menentu. Saat kawasan Makam Sunan Bonang ramai peziarah, ia bisa mengantongi Rp100 ribu per hari, namun di hari sepi ia seringkali pulang tanpa penumpang. Dengan becak listrik ini, ia kini bisa bekerja lebih lama tanpa harus kelelahan menggenjot pedal.
“Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima kasih Pak Presiden Prabowo atas bantuan becak listriknya. Semoga berkah dan barakah bagi keluarga dan orang di sekitar saya,” ucapnya.
Rasa syukur serupa juga diungkapkan oleh Sarpin, penarik becak berusia 77 tahun yang telah menjalani profesi tersebut selama 20 tahun. Ia mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi mendorong becak saat melewati tanjakan.
“Insya Allah mugo-mugo rejekine lancar. Matur nuwun pak Prabowo kulo dikasih becak listrik. Alhamdulillah matur nuwun sanget. Mugi-mugi Pak Prabowo sehat selalu,” tutur Kakek Sarpin.
Sarpin menceritakan bagaimana keterbatasan fisiknya sering menjadi kendala saat masih menggunakan becak manual. Kini, kendala tersebut dapat teratasi dengan teknologi mesin pada becak barunya.
“Tenaga ancene tiang sepuh, boten pados sentoso. Tanjakan ya turun dorong,” katanya mengenang kesulitan masa lalu.
Melalui bantuan ini, diharapkan para penarik becak di Tuban dapat memiliki taraf hidup yang lebih layak dan memperoleh pendapatan yang lebih baik demi mencukupi kebutuhan keluarga di rumah.
Editor: Redaktur TVRINews




