Kebingungan dan kepanikan menyelimuti warga di Caracas, Venezuela, ketika AS meluncurkan serangan pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.
Pada tengah malam, warga berhamburan menuju jendela dan teras rumah, berusaha menerka apa yang sebenarnya sedang terjadi. Sejumlah warga juga melaporkan listrik padam di berbagai titik.
Warga lainnya, Francis Pena (29), mengatakan kepada AFP bahwa sedang tidur ketika dibangunkan kekasihnya dan memberi tahunya soal serangan itu.
Sementara menurut laporan AP, setidaknya tujuh ledakan terdengar di ibu kota Venezuela, Caracas. Pesawat tempur AS juga terlihat terbang rendah sejak pukul 02.00 dini hari.
Pemerintah Trump menuding Maduro memimpin kartel narkoba. Tuduhan tersebut dibantah oleh Maduro yang berhaluan kiri, dan menyebut AS berupaya menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan sumber daya terbesar.



