FAJAR, SAMARINDA — Keunggulan PSM Makassar sirna di babak kedua. Gol penyama kedudukan Borneo FC memunculkan tanda tanya besar di lini belakang Juku Eja, khususnya pada sosok bek asing andalan, Yuran Fernandes.
Dalam laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (3/1/2026), Borneo FC akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-68 melalui sundulan Vinicius.
Gol tersebut berawal dari skema serangan sayap Borneo FC yang diakhiri dengan umpan silang ke jantung pertahanan PSM. Dalam duel udara krusial di kotak penalti, Yuran Fernandes kalah adu badan dan timing dengan Vinicius. Sundulan keras penyerang Borneo FC itu tak mampu dihalau dan bersarang mulus ke gawang PSM.
Momen ini menjadi sorotan karena Yuran selama ini dikenal sebagai palang pintu utama PSM, khususnya dalam duel-duel udara. Namun pada situasi krusial tersebut, koordinasi dan antisipasinya terlihat terlambat.
Keunggulan Cepat yang Terbuang
Sebelumnya, PSM Makassar tampil menjanjikan di awal laga. Juku Eja unggul cepat saat pertandingan baru berjalan satu menit.
Gol pembuka dicetak oleh Alex Tanque lewat penyelesaian brilian menggunakan backheel usai menerima umpan silang dari Ananda Raehan yang menusuk dari sisi kiri pertahanan Borneo FC.
Wasit Candra sempat menunda pengesahan gol karena menerima informasi dari VAR, menyusul duel fisik antara Alex Tanque dan Diego Michiels. Namun setelah pengecekan, gol dinyatakan sah.
PSM mampu menjaga keunggulan hingga babak pertama. Borneo FC sempat mencetak gol di masa injury time, tetapi dianulir karena offside. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Tekanan Berbuah Gol
Memasuki babak kedua, Borneo FC tampil lebih agresif. Intensitas serangan meningkat, terutama melalui bola-bola silang yang langsung menguji lini belakang PSM.
Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Gol Vinicius menjadi bukti bahwa dominasi udara PSM—yang biasanya menjadi kekuatan—justru runtuh di momen penting.
Skor pun berubah menjadi 1-1, sekaligus memupus sementara peran PSM sebagai penentu arah persaingan papan atas Super League.
Tanda Tanya untuk Lini Belakang
Kebobolan ini memunculkan pertanyaan serius: ada apa dengan Yuran Fernandes?
Apakah sekadar kehilangan fokus sesaat, atau tanda awal menurunnya konsistensi di lini pertahanan PSM?
Dengan sisa waktu pertandingan yang masih panjang, PSM dituntut segera merespons. Jika tidak, bukan hanya kemenangan yang terancam, tetapi juga momentum penting dalam persaingan papan atas Super League 2025/2026.




