Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.167 jiwa hingga Sabtu, 3 Januari 2026.
Angka tersebut bertambah setelah ditemukan 10 korban meninggal dunia di Kabupaten Aceh Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban.
“Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ujar Muhari dalam update penanganan pascabencana di Sumatra, Sabtu, 3 Januari 2026.
BNPB menyatakan hingga saat ini operasi pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan masih terus dilakukan, terutama di daerah yang masih menetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Baca Juga: Menkes Gotong Royong Kunci Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Selain korban jiwa, BNPB mencatat jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan pendataan ulang, total pengungsi saat ini tercatat 257.780 jiwa, baik yang berada di lokasi pengungsian resmi maupun yang mengungsi secara mandiri di rumah kerabat dan tetangga.
“Penurunan jumlah pengungsi menunjukkan progres pembersihan kawasan terdampak terus berjalan. Saat ini, pengungsi umumnya berasal dari rumah dengan kategori rusak berat atau hanyut,” jelas Abdul.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat terus melakukan pembersihan permukiman, perbaikan infrastruktur, serta pemulihan layanan dasar, termasuk pendidikan, kesehatan, dan penyediaan air bersih.
Muhari menegaskan, seluruh upaya penanganan darurat akan terus dioptimalkan agar masyarakat terdampak dapat segera pulih dan beraktivitas kembali secara normal.
Editor: Redaktur TVRINews


