jpnn.com, INDRAGIRI HILIR - Ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka serta mengakibatkan kerusakan material berupa rumah dan kendaraan.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora mengatakan data sementara mencatat sebanyak 10 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
BACA JUGA: Pelaku yang Menghabisi Nyawa Balita 2 Tahun di Indragiri Hilir Ditangkap, Ini Kronologinya
“Korban sementara berjumlah 10 orang, terdiri dari enam orang mengalami luka bakar ringan dan empat orang luka ringan. Untuk kerugian material, terdata lima unit mobil, lima unit sepeda motor, serta beberapa bangunan warga,” ujar AKBP Farouk Sabtu (3/2).
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Indragiri Hilir (BPBD Inhil), R Arliansyah, menyebut sebagian korban langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
BACA JUGA: Tim Pamatwil Polda Riau Tinjau Objek Vital Pemilu 2024 di Indragiri Hilir
“Ada sekitar lima orang yang mengalami luka bakar. Korban langsung dibawa ke puskesmas dan saat ini masih bisa ditangani oleh tenaga medis setempat,” kata Arliansya.
Arliansyah memastikan kondisi di lokasi kejadian sudah kembali normal setelah api padam.
BACA JUGA: Mencuci Perahu, Nelayan di Indragiri Hilir Tewas Diserang Buaya
Saat ini, BPBD Inhil fokus melakukan pendataan terhadap warga serta aset yang terdampak kebakaran.
Selain korban luka, kebakaran juga berdampak langsung ke permukiman warga. Data sementara BPBD Inhil mencatat tiga unit rumah warga dan satu kios semi permanen hangus terbakar.
Sedikitnya lima kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Bangunan yang terbakar merupakan rumah dan kios semi permanen. Selain itu, satu unit mobil truk angkutan batu bara yang sedang terparkir di sekitar lokasi juga ikut terbakar,” jelas Arliansyah.
Ia menambahkan, lokasi kebakaran berdekatan dengan akses masuk ke area perusahaan batu bara, sehingga kendaraan yang berada di sekitar lokasi tidak sempat diselamatkan saat api membesar.
BPBD Inhil selanjutnya akan berkoordinasi dengan manajemen PT TGI terkait tanggung jawab perusahaan terhadap warga yang terdampak.
“Ini ada penanggung jawabnya. Kami akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait bentuk pertanggungjawaban, termasuk kemungkinan kompensasi terhadap warga dan aset yang terdampak,” tegasnya.
Sebelumnya, ledakan pipa gas terjadi pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Warga sempat mendengar suara ledakan keras sebelum api menyembur ke udara dengan ketinggian diperkirakan mencapai 15 meter, memicu kebakaran besar dan kepanikan warga. (mcr36/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Rizki Ganda Marito



