Jakarta, IDN Times - Anggota DPR RI, Azis Subekti menilai Keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Tim Reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai langkah awal penting dalam pembenahan penegakan hukum nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan keberanian negara untuk menata institusi penegak hukum secara serius di tengah ekspektasi publik yang kian tinggi terhadap keadilan.
Azis menegaskan, Polri merupakan wajah negara yang paling sering ditemui warga. Interaksi masyarakat dengan aparat kepolisian, mulai dari razia lalu lintas hingga penanganan perkara pidana, sangat menentukan persepsi publik terhadap kehadiran negara.
Karena itu, ia menekankan reformasi Polri tidak bisa dipahami sebagai isu internal semata. Azis menyoroti, selama ini respons terhadap kasus yang mencoreng institusi kepolisian kerap berhenti pada penindakan individu. Padahal, menurutnya, langkah tersebut tidak cukup tanpa pembenahan sistem yang menyentuh akar persoalan. Menurutnya, tanpa reformasi sistemik, pelanggaran akan terus berulang dengan pola yang sama.
“Polri adalah wajah negara yang paling sering ditemui warga,” kata Azis dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
"Keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Tim Reformasi Polri patut dibaca sebagai pernyataan politik yang jelas, negara tidak boleh ragu membenahi institusi penegak hukumnya sendiri," sambungnya.



