Emiten Pertambangan (BUMA) Rombak Jajaran Direksi-Komisaris per 1 Januari 2026

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Emiten jasa pertambangan, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), merombak jajaran komisaris dan direksi yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2026.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (4/1), perseroan menyatakan transisi kepemimpinan dirancang untuk mempertajam fokus pada eksekusi dan keunggulan operasional di tengah kondisi industri yang menantang.

Perseroan menunjuk Ronald Sutardja sebagai Direktur Utama BUMA, menggantikan Indra Kanoena yang telah mengakhiri masa jabatannya. Sebelum penunjukan ini, Ronald menjabat sebagai Komisaris Utama BUMA.

Ronald sebelumnya pernah memimpin BUMA sebagai Direktur Utama pada periode 2014 hingga 2021. Ronald tetap terlibat aktif dalam merumuskan arah strategis BUMA, serta memiliki pemahaman mendalam terhadap operasional, klien, dan sumber daya manusia di BUMA.

Sebelumnya, Ronald juga merupakan Direktur di PT Trikomsel Oke Tbk, Head of Field Operations di Northstar Group, posisi di Infineum Singapore Pte. Ltd., Michelin Malaysia, dan Asia Pasifik, serta Booz, Allen & Hamilton Inc.

"Penunjukannya mencerminkan fokus Dewan Komisaris dalam memperkuat disiplin eksekusi dan memastikan keselarasan yang lebih erat antara Grup dengan unit-unit bisnis operasionalnya," tulis manajemen BUMA.

Selain penunjukan Direktur Utama, Dewan Komisaris juga telah menyetujui sejumlah perubahan kepemimpinan untuk memastikan kesinambungan, mempertahankan wawasan penting terkait operasional, serta memperkuat fokus BUMA dalam menjaga stabilitas operasional.

Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi BUMA:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Ashish Gupta

Komisaris Independen: Hamid Awaluddin

Komisaris Independen: Soemarno Witoro Soelarno

Dewan Direksi

Direktur Utama: Ronald Sutardja

Wakil Direktur Utama: Nanang Rizal Achyar

Direktur: Silfanny Bahar

Ke depan, perseroan tetap berfokus pada operasi yang aman dan andal, pemenuhan layanan yang konsisten bagi para kliennya, serta terus memperkuat fondasi perusahaan.

BUMA memperkirakan sektor jasa pertambangan tetap menantang tahun ini, didorong oleh kompleksitas operasional dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Di Indonesia, tekanan untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi serta keandalan dalam pemenuhan layanan tetap intens.

"Dinamika ini menegaskan pentingnya eksekusi yang kuat pada ketahanan operasional serta pengelolaan kontrak yang disiplin," tulis manajemen BUMA.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gara-Gara Kembang Api, Dua Motor Adu Banteng
• 1 menit lalurealita.co
thumb
Polisi Ungkap Ada 7 Video CCTV Insanul Fahmi dan Inara Rusli, Apa Saja Bukti yang Diberikan Wardatina Mawa?
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Bernardo Tavares Resmi Tangani Persebaya, Tegaskan Fokus pada Proses Bukan Janji Gelar
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Eva Manurung Sampai Tak Habis Pikir dengan Inara Rusli, Singgung Soal Cabut Laporan: Jangan Sok Ini Deh
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Post Holiday Blues: Kenali Rasa Sedih yang Sering Muncul Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya!
• 4 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.