Bisnis.com, JAKARTA - PSIM Yogyakarta akan menjalani laga home dengan menjamu Semen Padang FC di laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1) kickoff 15.30 WIB.
Butuh kemenangan untuk dapat menjaga konsistensi di papan atas, kekuatan Laskar Mataram justru pincang saat menjamu Kabau Sirah nanti.
Pasalnya ada beberapa pemain kunci PSIM dipastikan bakal absen dalam pertandingan nanti akibat cedera dan sanksi kartu merah.
Ada dua pemain asing yakni Anton Fase dan Yusaku Yamadera masih harus tetap menepi karena cedera yang belum pulih. Selain itu, ada pemain muda andalan PSIM, Raka Cahyana yang juga harus absen dikarenakan mendapat kartu merah usai menerima kartu kuning kedua yang didapatkan dalam laga terakhir PSIM.
Meski tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya, namun pelatih kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel tetap optimistis.
Dia menegaskan bahwa raihan tiga poin dalam laga ini akan sangat menentukan nasib tim di papan klasemen. Dia menolak menjadikan absennya pemain sebagai alasan untuk tidak tampil maksimal.
Baca Juga
- Ditahan Imbang PSM, Ini Kata Pelatih Semen Padang FC
- Semen Padang FC Vs PSM, Almeida Ungkap Kondisi Terkini Ronaldo Kwateh
- Hasil Persib Vs Semen Padang FC, Maung Bandung Awali Musim dengan Sempurna
Saat ini PSIM ada di peringkat ke-7 dengan 24 poin. Jika bisa mengamankan poin penuh, posisi PSIM bakal kembali masuk ke peringkat lima besar.
“Sangat disayangkan ada beberapa pemain cedera. Namun, saya sudah tekankan sejak hari pertama bahwa pemain yang bukan starter harus selalu siap ketika tim membutuhkan,” dia menegaskan.
“Sebagian besar dari mereka mampu menjalankan instruksi saya dengan baik. Oleh karena itu, saya tidak melihat hal negatif dari penampilan mereka,” Van Gastel menambahkan.
Beberapa penggawa kunci Laskar Mataram harus absen dalam pertandingan besok akibat cedera dan akumulasi kartu.
Anton Fase dan Yusaku Yamadera masih harus tetap menepi karena badai cedera yang belum kunjung sembuh. Sementara itu, pemain muda andalan PSIM, Raka Cahyana, juga harus absen dikarenakan akumulasi kartu merah dari kartu kuning kedua yang ia dapatkan dalam laga terakhir (29/12/2025).
Pelatih Kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan bahwa raihan tiga poin dalam laga ini akan sangat menentukan nasib tim di papan klasemen. Ia menolak menjadikan absennya pemain sebagai alasan untuk tidak tampil maksimal.
Ia menuturkan, “Sangat disayangkan ada beberapa pemain cedera. Namun, saya sudah tekankan sejak hari pertama bahwa pemain yang bukan starter harus selalu siap ketika tim membutuhkan.”
“Sebagian besar dari mereka mampu menjalankan instruksi saya dengan baik. Oleh karena itu, saya tidak melihat hal negatif dari penampilan mereka,” tambahnya.
Van Gastel juga melihat situasi ini sebagai momentum bagi pemain pelapis untuk menampilkan kemampuannya dan membangun kekompakan tim yang lebih solid.
“Semakin lama Saku (Yusaku) cedera, semakin banyak kesempatan Teddy atau Andy bermain. Ini membuat chemistry mereka dengan tim terbentuk lebih cepat,” tambah juru taktik asal Belanda tersebut.
Absennya Anton dan Yusaku
Terkait kondisi fisik para pemain, Dokter Tim PSIM, Hansel, membeberkan hasil pemeriksaan terbaru usai melakukan kontrol di Rumah Sakit Bethesda beberapa waktu lalu. Ia merinci kondisi Anton dan Yusaku yang dipastikan absen.
“Hasil rontgen Anton menunjukkan adanya cedera baru, yakni incomplete fracture pada jari jempol kaki kanan,” ungkap Hansel.
“Untuk Yusaku, rencananya kita istirahatkan sementara karena keluhan nyeri tendon Achilles, kemungkinan butuh waktu satu sekitar semingguan lagi pemulihannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Hansel mengaku bahwa perkembangan positif ditunjukkan oleh kiper PSIM asal Makassar, Harlan Suardi.
“Kalau Harlan sudah menunjukkan progres positif, dia sudah bisa mengangkat beban di gym dan seharusnya sebentar lagi bisa kembali latihan di lapangan,” pungkas Hansel.
Sementara itu, Semen Padang FC meski bakal tampil tanpa beberapa pemain kunci dan beberapa pemain lain yang kondisinya masih tanda tanya, Kabau Sirah tetap optimistis.
Melihat posisi Semen Padang di papan klasemen sementara saat ini, poin demi poin menjadi hal yang krusial untuk dapat melepaskan diri dari zona merah. Kabau Sirah saat ini ada di peringkat ke-16 dengan baru mengoleksi 10 poin dari 15 pertandingan yang sudah dijalani.
Menantang PSIM di kandang lawan, Semen Padang bermodal hasil buruk kalah 1-5 dari Madura United FC pada laga tunda pekan ke-8, pekan lalu.
Bahkan anak asuhan pelatih Dejan Antonic kini menantang PSIM dengan kondisi yang nyaris sama dengan saat laga lawan Madura United. Dejan Antonic mengatakan timnya akan menghadapi PSIM dalam kondisi tidak ideal.
“Kita fokus penuh untuk pertandingan lawan PSIM. Dari sebelum laga lawan Madura United, memang ada banyak pemain yang pemain yg sakit. Kita tidak dengan kekuatan 100 persen. Tapi saya senang pemain tetap ingin berikan yang terbaik,” kata pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic.
Dia juga mengatakan dua pemain asing dipastikan bakal absen di laga krusial lawan PSIM kali ini. “Tidak ada Rui Rampa dan Alhassan Wakasso. Sementara yang lain, kita masih menunggu kondisi mereka, semoga cepat sembuh,” ucap Dejan Antonic menambahkan.
Meski dengan kondisi yang tidak ideal, namun Dejan Antonic mengatakan timnya tetap bertekad mencuri poin agar keluar dari zona degradasi.
Mengenai kekuatan PSIM, Dejan Antonic mengaku respek dengan performa sang lawan. “Kita tahu PSIM adalah tim yang bagus pada musim ini. Dan kita pasti akan fight di pertandingan nanti,” ujarnya lagi.
Menurutnya, PSIM pada BRI Super League 2025/26 ini ada banyak perubahan. “Mereka punya banyak pemain asing berkualitas. PSIM juga punya banyak pemain berpengalaman. Dan kini posisi mereka di klasemen juga bagus. Tapi yang pasti, kita datang kesini untuk mencuri poin. Kami selalu berpikir positif,” pungkas Dejan Antonic.




:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/06/featured-a5bb11bb295f09efda638dac9337ffbd_1767679841-b.jpg)
