Dino Djalal Pertanyakan Sikap PBB Terkait Venezuela

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Penangkapan Pemimpin Venezuela oleh Pasukan AS Picu Kecaman Internasional dan Keprihatinan Diplomatik

Ketegangan geopolitik global mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat melakukan operasi militer untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. 

Langkah drastis ini memicu reaksi keras dari berbagai tokoh internasional dan diplomat, yang menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap supremasi hukum internasional.

Mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal, memberikan catatan tajam atas peristiwa ini. Menurutnya, tindakan Washington mencerminkan pergeseran tatanan dunia menuju ketidakpastian yang membahayakan.

"Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi 'semau gue' terhadap negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order (tatanan dunia yang berbahaya)," tulis Dino melalui platform media sosial X pada Sabtu 4 Desember 2025.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa insiden ini merupakan indikasi nyata bahwa hukum internasional tengah tergerus oleh praktik kekuatan absolut. "Ini merupakan pertanda hukum internasional telah digantikan hukum rimba," tambahnya.

Ujian Diplomasi Bebas Aktif

Situasi di Caracas dilaporkan mencekam. Sejumlah laporan visual di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal membubung di ibu kota Venezuela tersebut, disertai bunyi sirene serangan udara yang memecah keheningan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform Truth Social, mengeklaim bahwa pasukan militernya telah melancarkan serangan strategis yang berujung pada penangkapan Maduro. 

Aksi sepihak ini pun dipertanyakan oleh Dino Patti Djalal, terutama terkait bagaimana lembaga multilateral seperti Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional, termasuk Indonesia, akan merespons.

"Bagaimana sikap DK PBB? Sikap G7? Bagaimana sikap Amerika Latin? Bagaimana sikap Indonesia? Ini ujian bagi polugri (politik luar negeri) bebas aktif yang berlandaskan pada prinsip," tegasnya.

Seruan Deeskalasi dari Jakarta

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) segera merilis pernyataan resmi untuk merespons krisis tersebut. Jakarta menekankan pentingnya menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna menghindari konflik yang lebih luas.

"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah deeskalasi dan dialog," tulis pernyataan resmi Kemlu RI melalui platform X.

Kemlu RI juga menegaskan posisi Indonesia yang tetap teguh pada prinsip-prinsip kedaulatan negara. 

Dalam pernyataannya, ditegaskan bahwa hukum internasional serta prinsip-prinsip yang termaktub dalam Piagam PBB harus dihormati oleh seluruh pihak tanpa terkecuali, guna menjaga stabilitas perdamaian dunia.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Harga Pangan 5 Januari 2026: Beras Premium hingga Daging Sapi Turun
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemendikdasmen Tekankan Ini dalam SE Pembelajaran bagi Satuan Pendidikan Terdampak Bencana
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bukan Harga Minyak, Konflik AS - Venezuela Lebih Berdampak ke Rupiah
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Zinedine Zidane Ajukan Dua Tuntutan Sebelum Ambil Alih Jabatan Pelatih MU
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Penipuan dengan Modus Kode QR Melonjak Lima Kali Lipat
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.