Grid.ID - Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa atlet muda berprestasi di awal tahun 2026. Seorang atlet panjat tebing nasional andalan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tewas dalam insiden tragis pada Sabtu malam. Beginilah kronologi kecelakaan maut yang menewaskan atlet panjat tebing nasional.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pangeran Antasari Baru, Kecamatan Nunukan Selatan, dan melibatkan mobil serta sepeda motor. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada kedua kendaraan dan menimbulkan korban jiwa.
Kasus ini menyita perhatian publik karena korban dikenal luas sebagai atlet berprestasi tingkat nasional. Berikut kronologi kecelakaan maut yang menewaskan Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin.
Awal Kronologi Kecelakaan Maut
Korban meninggal dunia dalam insiden ini adalah Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin (22), atlet panjat tebing nasional yang akrab disapa Aldi. Kronologi kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Pangeran Antasari Baru, Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (3/1/2026) malam.
Saat kejadian, korban tengah dibonceng sepeda motor Yamaha Mio M3 bernomor polisi KU 2601 NV. Kendaraan tersebut terlibat tabrakan dengan mobil minibus Toyota Calya bernomor polisi DP 1770 CF.
Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Adek Taufik, menjelaskan kecelakaan maut ini bermula ketika mobil Toyota Calya yang dikemudikan RD (32) melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil tersebut datang dari arah Jalan Ujang Dewa menuju Jalan Pangeran Antasari.
Setibanya di sekitar Masjid Al Bilal, sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai Dody Adithiya Irdani tiba-tiba menyeberang dari sisi kiri jalan menuju arah masjid. Pada saat itu, Aldi berada di posisi dibonceng di belakang pengendara motor.
Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak sempat menghindari sepeda motor yang menyeberang. Tabrakan pun tak terelakkan.
Benturan keras mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah. Mobil Toyota Calya dilaporkan terbalik dan ringsek cukup berat, sementara sepeda motor Yamaha Mio M3 hancur di bagian depan.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor Dody Adithiya Irdani mengalami sejumlah luka. Dikutip dari Tribun Video, Minggu (4/1/2025), ia menderita lecet di pelipis kanan, luka robek di bagian atas kepala, lecet di wajah sebelah kiri, serta luka lecet pada lutut kiri.
Sementara itu, Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sedangkan pengemudi mobil Toyota Calya, RD, saat ini telah diamankan pihak kepolisian untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Pernyataan Polisi
AKP Adek Taufik menegaskan bahwa terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut. “Satu korban tewas atas nama Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin atau Aldi, posisinya dibonceng sepeda motor,” ujarnya melalui pesan tertulis, Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, pengemudi mobil melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mampu menghindari sepeda motor yang menyeberang. Kronologi kecelakaan maut ini masih dalam proses pendalaman oleh Satlantas Polres Nunukan.
Viral di Media Sosial
Video kecelakaan tersebut beredar luas di media sosial dan memicu gelombang duka di masyarakat Nunukan. Sejumlah ucapan belasungkawa membanjiri grup-grup media sosial.
Banyak warga menyampaikan rasa kehilangan mendalam karena korban dikenal sebagai atlet panjat tebing kebanggaan daerah. Kronologi kecelakaan maut ini menjadi perbincangan luas karena menyangkut figur publik yang berprestasi di bidang olahraga.
Sosok Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin
Aldi dikenal sebagai atlet panjat tebing yang telah menorehkan banyak prestasi sejak usia dini. Berdasarkan wawancara Kompas.com pada 2021, ia bergabung dengan FPTI Nunukan sejak 2011, ketika masih duduk di kelas IV SD.
Medali pertamanya diraih di Kutai Timur pada 2011 dengan menyabet dua medali perak. Di tahun yang sama, ia kembali meraih satu medali perak pada Kejuaraan Nasional di Jakarta saat masih berusia delapan tahun.
Medali emas pertama diraih Aldi pada 2014, momen yang paling berkesan baginya karena bertepatan dengan pembentukan FPTI Kalimantan Utara setelah lepas dari Kalimantan Timur. Pada 2021, ia kembali mempersembahkan medali emas di Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur ke-XV di Aceh.
Bahkan, Aldi sempat mewakili Indonesia di ajang internasional, termasuk ASEAN University Games 2024. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga panjat tebing nasional.
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa generasi muda berprestasi. Kronologi kecelakaan maut yang menewaskan Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan keselamatan di jalan raya. (*)
Artikel Asli



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464125/original/028489800_1767680164-IMG_5370.jpeg)
