World Risk Index 2025: 10 Negara Paling Aman Bencana, Indonesia Masuk?

medcom.id
2 hari lalu
Cover Berita
Jakarta: Bencana alam masih menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan banyak orang dalam menilai tingkat keamanan suatu negara. Frekuensi gempa bumi, badai, hingga banjir kerap dijadikan indikator dalam mengukur risiko lingkungan yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat.
 
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi bencana alam yang cukup tinggi karena berada di pertemuan sejumlah lempeng tektonik dunia. Kondisi tersebut membuat isu mitigasi dan ketahanan wilayah terhadap bencana menjadi perhatian penting, khususnya dalam konteks perbandingan tingkat risiko antarnegara.
 
Berdasarkan sejumlah pemeringkatan global, terdapat beberapa negara yang dinilai memiliki risiko bencana alam relatif rendah. Faktor geografis, stabilitas iklim, serta kesiapan infrastruktur menjadi penilaian utama. Berikut daftar negara yang dinilai paling aman dari bencana alam berdasarkan laporan World Risk Index 2025 10 Negara Paling Aman dari Bencana Alam 1. Andorra Negara kecil di Pegunungan Pyrenees ini dinilai memiliki tingkat keamanan bencana paling tinggi. Letaknya yang jauh dari laut dan tidak berada di jalur patahan aktif membuat Andorra hampir tidak memiliki catatan gempa besar. Didukung infrastruktur yang tertata dan regulasi tata ruang ketat, negara ini mencatat skor risiko bencana yang sangat rendah. 2. Bahrain Bahrain memiliki tingkat risiko tsunami yang sangat rendah karena posisinya di kawasan Teluk yang terlindung. Aktivitas tektonik di wilayah ini juga tergolong minim. Tantangan utama justru berasal dari suhu ekstrem dan potensi kenaikan permukaan laut. 3. Belarusia Belarusia berada di wilayah lempeng Eurasia yang relatif stabil. Ancaman banjir musiman menjadi perhatian utama, namun sistem pengelolaan sungai dan bendungan yang tertata membantu mengendalikan dampaknya. 4. Liechtenstein Terletak di kawasan Alpen, Liechtenstein memiliki stabilitas geologis yang cukup baik. Meski masih berpotensi mengalami gempa kecil atau longsor, standar infrastruktur yang tinggi memungkinkan risiko tersebut dikelola secara efektif. 5. Luksemburg Luksemburg relatif aman dari bencana geologi besar karena tidak berada di jalur patahan aktif dan jauh dari wilayah pesisir. Standar konstruksi bangunan yang tinggi turut menekan potensi kerugian akibat bencana lokal. 6. Malta Meski berada di kawasan Mediterania, Malta jarang terdampak gempa besar. Infrastruktur tahan guncangan dan pengelolaan pesisir yang baik membantu menjaga tingkat risiko bencana tetap rendah. 7. Monako Monako dikenal memiliki kondisi geologis yang stabil. Negara ini tidak berada di jalur patahan aktif dan dikelilingi daratan Prancis. Sistem perlindungan pesisir dan bangunan modern membantu meminimalkan risiko bencana. 8. San Marino San Marino memiliki tingkat paparan bencana yang rendah. Lokasinya di daratan Italia menjauhkan negara ini dari ancaman tsunami, sementara gempa besar jarang terjadi. 9. Sao Tome dan Principe Negara kepulauan di Samudra Atlantik ini berada di atas lempeng tektonik yang stabil. Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem, rendahnya aktivitas seismik menjadikannya relatif aman dari bencana besar. 10. Singapura Singapura termasuk negara yang jarang terdampak bencana alam besar. Ancaman gempa dan tsunami relatif kecil, didukung sistem drainase canggih, pemantauan cuaca modern, serta kesiapsiagaan masyarakat yang baik. Indonesia Masuk Negara Risiko Bencana Tertinggi Masih berdasarkan World Risk Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia dengan skor 39,80. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berada di peringkat kedua dengan skor 41,1, tingkat kerawanan bencana di Indonesia masih tergolong tinggi. 10 negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia:
  1. Filipina (46,56)
  2. India (40,73)
  3. Indonesia (39,80)
  4. Kolombia (39,26)
  5. Meksiko (38,96)
  6. Myanmar (36,91)
  7. Mozambique (34,39)
  8. Rusia (31,22)
  9. China (30,62)
  10. Pakistan (26,82)
Langkah Dasar Menghadapi Risiko Bencana Sebagai negara rawan bencana, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini, antara lain dengan:
  1. Memahami potensi bahaya di lingkungan sekitar
  2. Mengetahui standar bangunan tahan bencana
  3. Mengenali rambu dan papan informasi kebencanaan
  4. Memahami sistem peringatan dini
  5. Menyiapkan tas siaga bencana
  6. Menyimpan nomor darurat penting
  7. Mengetahui cara menyelamatkan diri saat bencana
  8. Memahami rute evakuasi dan lokasi pengungsian
Walaupun bencana tidak selalu dapat diprediksi, informasi yang akurat, kesiapsiagaan masyarakat, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai dapat membantu meminimalkan dampak yang ditimbulkan dan menjaga keselamatan masyarakat. (Syifa Putri Aulia)

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri Mulai Berdatangan ke Hambalang Ikut Retret, Ada Purbaya hingga Airlangga
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Usai Big Bang Festival 2025, Hadir Konser Timur All Stars
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Rehab Sekolah, SMK 7 Medan Kini Punya Laboratorium Akuntansi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Keluarga Prawirawidjaja Tambah Kepemilikan Saham Ultra Jaya (ULTJ)
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Kabinet Merah Putih Gelar Retret di Hambalang, Intip Agenda Utamanya
• 14 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.