Solo, VIVA –Tren negatif Persis Solo belum juga terhenti. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Manahan, Minggu, 4 Januari 2025 Laskar Sambernyawa kembali harus menelan pil pahit setelah dipukul Persita Tangerang dengan skor 1-3 pada lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Hasil ini bukan sekadar kekalahan biasa. Persita tampil efektif sejak awal laga dan sukses memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah. Sebaliknya, Persis kembali menunjukkan rapuhnya konsistensi permainan yang membuat mereka semakin terpuruk di dasar klasemen.
Pertandingan baru berjalan lima menit saat Persita langsung mengejutkan publik Manahan. Berawal dari situasi sepak pojok, Matheus Alves lepas dari kawalan dan menyundul bola ke dalam gawang Persis. Gol cepat tersebut menjadi sinyal bahaya bagi tuan rumah.
Keunggulan Persita bertambah sembilan menit kemudian. Aleksa Andrejic menunjukkan kualitas individunya dengan melepaskan tembakan akurat dari sudut sempit di sisi kanan pertahanan Persis. Bola meluncur ke sudut kiri atas gawang tanpa mampu dijangkau kiper Gianluca Pandeynuwu.
Unggul dua gol membuat Pendekar Cisadane bermain lebih percaya diri. Persis sempat mencoba keluar dari tekanan, namun peluang Kodai Tanaka masih melambung di atas mistar. Gol Tanaka pada menit ke-28 pun dianulir setelah wasit melakukan tinjauan VAR dan menilai adanya posisi offside.
Petaka bagi Persis kembali datang menjelang jeda. Serangan balik cepat Persita berujung pada umpan tarik Hokky Caraka yang sempat dihalau, sebelum Aleksa Andrejic menyambar bola dan mencetak gol keduanya di laga ini. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 3-0 untuk tim tamu.
Memasuki babak kedua, Persis tampil lebih agresif. Usaha tersebut membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik putih pada menit ke-59 akibat pelanggaran di kotak penalti. Gervane Kastaneer yang maju sebagai eksekutor sempat digagalkan kiper Igor Rodrigues, namun sukses memanfaatkan bola rebound untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.
Persis terus menekan demi menambah gol, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat peluang demi peluang terbuang. Sundulan Kastaneer dan Cleyton masih mampu diamankan Igor Rodrigues, sementara Persita beberapa kali nyaris menambah keunggulan lewat serangan balik cepat.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2018%2F03%2F08%2F7cd477db-26f9-40e3-ab2e-518ef1da398b.jpg)
