SURABAYA (Realita)- Pernahkah kamu terbangun di tengah malam karena serangan kram kaki yang menyakitkan? Atau tiba-tiba betis terasa ditarik kuat saat sedang beraktivitas? Kaki sering kram adalah keluhan umum yang dialami banyak orang.
Sensasi otot menegang, nyeri tajam, dan kadang sampai sulit bergerak bisa sangat mengganggu. Namun, di balik rasa sakitnya, sering kali kita bertanya “Apakah ini hanya karena kelelahan biasa, ataukah kaki sering kram menjadi gejala penyakit tertentu yang lebih serius?”
Berikut beberapa penyebab kaki kram dan cara mengatasinya:
1. Dehidrasi dan Ketidakseimbangan Elektrolit
Ini adalah salah satu penyebab paling umum dari kaki sering kram.
Tubuh kita membutuhkan cairan dan elektrolit (mineral seperti kalium, magnesium, dan natrium) untuk fungsi otot dan saraf yang optimal.
Ketika tubuhmu kekurangan cairan atau elektrolit ini, terutama setelah berolahraga berat atau cuaca panas, otot bisa menjadi lebih rentan terhadap kram.
Cara mengatasi kaki kram akibat dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit tentunya harus minum air putih yang cukup sepanjang hari.
Selain itu, konsumsi buah dan sayur yang kaya kalium (pisang, alpukat) dan magnesium (bayam, kacang-kacangan) juga bisa membantu menjaga keseimbangan elektrolit.
2. Kelelahan Otot dan Aktivitas Fisik Berlebihan
Sama seperti bagian tubuh lainnya, otot yang terlalu banyak bekerja atau kelelahan bisa memicu kram.
Ini sering terjadi setelah sesi olahraga intens, berdiri terlalu lama, atau melakukan aktivitas fisik yang tidak biasa. Otot yang tegang dan lelah cenderung lebih mudah berkontraksi secara tidak sengaja.
Akibatnya, kamu akan merasakan sensasi kram. Untuk mengatasinya, berikan waktu istirahat yang cukup bagi otot setelah aktivitas berat. Lakukan peregangan rutin untuk menjaga fleksibilitas otot.
3. Posisi Tidur yang Salah dan Tekanan pada Saraf
Banyak orang mengalami kaki kram malam hari atau kram kaki saat tidur. Ini bisa terjadi karena posisi tidur tertentu yang menekan saraf, sehingga memicu kram saat otot mencoba relaksasi atau diregangkan.
Nah untuk mengatasi kaki kram saat tidur, kamu bisa mengubah posisi tidur secara berkala.
Peregangan ringan sebelum tidur juga bisa membantu mencegah kaki kram saat tidur.
4. Kurangnya Pemanasan dan Pendinginan Saat Beraktivitas
Melakukan aktivitas fisik tanpa pemanasan yang cukup dapat membuat otot kaget dan rentan kram.
Demikian pula, tidak melakukan pendinginan setelah berolahraga bisa membuat otot tetap tegang dan berisiko kram.
Cara mengatasi kaki kram pada kondisi ini yaitu pastikan selalu melakukan pemanasan ringan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya, termasuk peregangan pada otot kaki.
5. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan, seperti diuretik dan statin dikenal memiliki efek samping kaki kram.
Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter jika kamu mencurigai obat yang kamu minum menjadi penyebabnya. Namun, jangan menghentikan obat tanpa saran medis.klin
Editor : Redaksi




