FAJAR, MAROS — Sejumlah proyek infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Maros, diresmikan Sabtu, 3 Januari hingga Minggu, 4 Januari 2026.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu infrastruktur yang diresmikan langsung Bupati Maros adalah Jalan Kantisang yang menghubungkan Desa Bantomanurung dengan Desa Bontosomba.
Jalan ini memiliki panjang 2 kilometer dengan lebar 4 meter dan dibangun menggunakan anggaran Rp3 miliar.
Pembangunan masih bersifat sebagian, karena untuk menyambungkan sepenuhnya ke Desa Bontosomba masih dibutuhkan perbaikan jalan sepanjang 2 kilometer.
Selain itu, Pemkab Maros juga membangun Jalan Tanete Bulu yang direncanakan tembus hingga kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa. Jalan tersebut memiliki panjang 1,8 kilometer dengan lebar 5,5 meter dengan anggaran miliaran rupiah. Untuk mencapai kawasan Hutan Pinus Malino, masih diperlukan betonisasi jalan sepanjang 8 kilometer.
Infrastruktur lainnya adalah jembatan penghubung Dusun Arra dan Dusun Damma, Dusun Pattirobaji, Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu. Jembatan ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 6 meter, dibangun sejak 2019 dengan anggaran Rp8,2 miliar. Kehadiran jembatan tersebut dinilai mampu mempersingkat waktu tempuh masyarakat dalam melakukan aktivitas antar desa serta mendukung pergerakan ekonomi di Kecamatan Tompobulu.
Pemkab Maros juga membangun jalan poros Dusun Damma–Tompobalang, Desa Bonto Matinggi yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Gowa. Jalan poros ini memiliki panjang 5 kilometer dengan lebar 5,5 meter dan dibangun dengan anggaran Rp20 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas pemerintah daerah dalam membuka akses wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan dan jembatan ini bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat,” katanya.
Chaidir juga menyebut jika jalan tembus Malino memiliki nilai strategis karena menghubungkan wilayah Maros dengan kawasan wisata unggulan di Kabupaten Gowa.
“Akses menuju Malino sangat penting. Jika konektivitas ini terus dilanjutkan, dampaknya akan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor pariwisata dan UMKM,” sebutnya.
Diakuinya jika pihaknya akan terus mengupayakan kelanjutan pembangunan pada ruas jalan yang belum tersambung secara maksimal, sesuai dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas daerah. (rin/*)


