Sekolah Mulai Beraktivitas Belajar Kembali Pasca Bencana Sumatera

tvrinews.com
2 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Medan,Sumatera

Kemendikdasmen pastikan 85 persen sekolah di tiga provinsi siap gelar KBM hari ini

Ribuan sekolah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat resmi memulai kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) hari ini  Senin 5 Januari 2026. 

Meski beberapa fasilitas masih dalam proses pemulihan, pemerintah memastikan proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengonfirmasi bahwa mayoritas satuan pendidikan telah siap beroperasi. 

Dari total 4.149 sekolah yang terdampak di wilayah Sumatera, sebanyak 3.508 sekolah atau sekitar 85 persen telah dinyatakan layak untuk kembali menjalankan fungsi edukasi.

"Sebagian besar sekolah sudah bisa memulai KBM kembali," ujar Abdul Mu’ti saat meninjau revitalisasi di SMK Negeri 7 Medan, Minggu 4 Januari 2026.

Pemulihan Infrastruktur dan Tenda Darurat

(Anak-Anak Belajar di Sekolah Darurat Bencana dengan Semangat (Foto: Instagram Badan Komunikasi Pemerintah RI))

Data kementerian menunjukkan tingkat kesiapan yang beragam di setiap wilayah. Sumatera Utara mencatat angka kesiapan tertinggi, di mana 1.157 sekolah atau 95,23 persen dari total institusi terdampak telah siap dibuka. 

Namun, Sekitar 19 sekolah di Sumatera Utara dilaporkan harus melaksanakan KBM di dalam tenda darurat akibat kerusakan bangunan yang cukup berat. Sementara itu, sejumlah kecil sekolah lainnya masih berada dalam fase pembersihan material lumpur dan sisa banjir bandang.

Di wilayah lain, Aceh melaporkan 81 persen sekolah telah kembali beroperasi, sedangkan di Sumatera Barat tingkat pemulihan mencapai 86 persen.

Kurikulum Adaptif dan Dukungan Guru

(Penerapan Kurikulum Di Wlayah Terdampak Banjir (Foto: Instagram Badan Komunikasi Pemerintah RI))

Guna merespons situasi darurat ini, pemerintah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026. Regulasi ini memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menerapkan kurikulum yang disesuaikan, dengan menitikberatkan pada materi esensial dan pemulihan psikososial siswa.

Kebijakan darurat ini meliputi:

Prioritas Keselamatan : Penekanan pada mitigasi bencana dan kesehatan peserta didik.

Fleksibilitas Kurikulum : Penyesuaian mandiri terhadap materi literasi dan numerasi.

Kesejahteraan Tenaga Pengajar : Penyaluran tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp852 miliar untuk merevitalisasi 897 satuan pendidikan di Sumatera Utara. Proyek perbaikan ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir Januari, sehingga pada Februari mendatang seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal.

"Yang terpenting adalah semangat untuk bangkit, tetap belajar, dan menatap masa depan," tegas Mu’ti, menekankan bahwa penilaian pendidikan selama masa transisi ini akan lebih difokuskan pada aspek kehadiran dan kenyamanan siswa daripada standar akademik formal.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Liam Rosenior Janji Jaga Identitas dan Tradisi Juara Chelsea
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Richard Lee Resmi Jadi Tersangka, Doktif: Jantung Kamu Aman?
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
RI Menang Lelang Lahan Kampung Haji, 500 Meter dari Masjidil Haram
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prasetyo Hadi Sebut Pemerintah Proses Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
Alasan Polisi Tetap Lakukan Gelar Perkara Dugaan Perzinaan Inara Rusli dan Insanul
• 15 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.