Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Peringkat Enam Terburuk di Dunia Pagi Ini

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kualitas udara Jakarta pagi ini tidak sehat, peringkat enam terburuk dunia.
  • Indeks kualitas udara capai 174 dengan polusi utama PM2.5.
  • Pemprov DKI telah siapkan 111 stasiun pemantau kualitas udara (SPKU).

Suara.com - Kualitas udara di Jakarta pada Senin (5/1/2026) pagi masuk ke dalam kategori tidak sehat dan menempatkan Ibu Kota di peringkat keenam sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia.

Dilansir dari Antara, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 174. Polusi udara didominasi oleh PM2.5 dengan nilai konsentrasi mencapai 79,5 mikrogram per meter kubik.

Kategori "tidak sehat" ini dapat merugikan kesehatan manusia, terutama pada kelompok sensitif.

Situs tersebut merekomendasikan masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan menutup jendela untuk menghindari paparan udara kotor.

Pagi ini, Jakarta berada di bawah kota-kota seperti Karachi (Pakistan), Kolkata (India), dan Delhi (India) yang menempati peringkat teratas kota paling berpolusi di dunia.

Sistem Pemantauan dan Antisipasi Pemprov DKI

Menanggapi masalah polusi yang terus berulang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara terintegrasi. Saat ini, terdapat 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang aktif di seluruh wilayah Ibu Kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, sebelumnya menjelaskan bahwa sistem ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KLHK, BMKG, dan masyarakat sipil.

“Melalui sistem yang terintegrasi ini, kami dapat memantau kondisi udara secara real-time dan melakukan langkah mitigasi lebih cepat untuk melindungi kesehatan warga,” ujar Asep.

Baca Juga: Arus Balik Nataru, 54 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta

Selain itu, Jakarta juga tengah menyiapkan Early Warning System (EWS) untuk polusi udara sebagai langkah antisipatif dan responsif terhadap potensi peningkatan pencemaran di masa depan. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaga Lingkungan Tetap Kondusif, Bhabinkamtibmas Malimongan Tua Ingatkan Warga Manfaatkan Hotline 110
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Apakah Keputihan Tanda Hamil? Ini Bedanya dengan Menjelang Haid
• 13 jam lalutheasianparent.com
thumb
Jalan Cikunir Raya Ambles, Banyak Pengendara Terperosok
• 15 jam lalukompas.com
thumb
8.160 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Pramono Janji Bongkar Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Tutup Jalan
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.