Saham emiten emas melonjak pada Senin (5/1/2026), di tengah kenaikan logam mulia acuannya seiring ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
IDXChannel – Saham emiten tambang emas melonjak pada Senin (5/1/2026), di tengah kenaikan logam mulia acuannya seiring ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela akhir pekan lalu.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.22 WIB, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melejit 11,02 persen ke Rp1.310 per unit, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) meningkat 8,37 persen menjadi Rp2.330 per unit, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mendaki 5,41 persen.
Kemudian, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terapresiasi 5,78 persen, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkerek 3,43 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,15 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tumbuh 2,94 persen.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menyebut ada tiga saham emiten emas yang menarik dicermati saat ini, yakni BRMS, ANTM, dan EMAS.
Menurut Michael, masing-masing saham tersebut memiliki level teknikal penting yang patut diperhatikan investor.
“BRMS memliki area tertinggi (ATH) di 1.335, melewati angka ini akan membuat BRMS berpotensi menuju 1400-1500,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Sementara untuk ANTM, ia menekankan area resistance berada di 3.420, dengan target kenaikan di 3.500, serta level support di 3.150.
Kemudian, EMAS, Michael menilai saham ini tengah berada dalam fase konsolidasi yang relatif sehat. “EMAS memiliki pola konsolidasi yang cukup baik, dengan support di 5.275, resistance di 5.925,” tuturnya.
Ia menambahkan, peluang kenaikan EMAS akan terbuka lebih lebar jika mampu menembus area resistance tersebut.
“Melewati angka 5.925, akan membuat EMAS memiliki target kenaikan hingga 7.000,” demikian kata Michael.
Harga emas dunia melonjak lebih dari 1 persen ke atas USD4.380 per troy ons pada Senin, melanjutkan penguatan pada Jumat pekan lalu, seiring investor berbondong-bondong memburu aset lindung nilai setelah Amerika Serikat (AS) menyingkirkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan Washington akan sementara waktu ‘menjalankan’ pemerintahan Venezuela, hanya beberapa jam setelah memerintahkan operasi militer skala besar yang dilaporkan berujung pada penangkapan Maduro.
Langkah tersebut memperdalam ketidakpastian terkait kepemimpinan Venezuela ke depan.
Sementara itu, mengutip Trading Economics, pelaku pasar mencermati sejumlah indikator ekonomi utama AS pada pekan ini, termasuk data ISM Manufacturing, laporan ketenagakerjaan ADP Desember, serta tingkat pengangguran.
Pernyataan dari sejumlah pejabat bank sentral AS juga dinanti untuk memberi petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga AS.
Sepanjang tahun lalu, emas mencatatkan kenaikan tahunan terkuat sejak 1979 dan berulang kali menembus rekor tertinggi.
Penguatan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan aset lindung nilai, pelonggaran kebijakan moneter AS, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta arus masuk dana ke produk ETF emas. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





