Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyampaikan bahwa proses likuidasi terhadap entitas anaknya di Hong Kong, BCA Finance Limited, telah efektif selesai. Informasi tersebut diterima perseroan melalui publikasi resmi Hong Kong Company Registry pada 3 Januari 2026.
Sekretaris Perusahaan BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menjelaskan proses likuidasi dijalankan oleh tim likuidator di Hong Kong yang ditunjuk perseroan dan dilakukan sesuai ketentuan hukum setempat.
“Pelaksanaan likuidasi dijalankan oleh tim likuidator di Hong Kong yang ditunjuk oleh Perseroan dan dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Hong Kong,” ujar Ketut dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2026)..
BCA Finance Limited merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang usaha remitansi dan pinjaman (money lending) di Hong Kong. Perusahaan ini dikendalikan 100% oleh BCA.
Ketut menambahkan, keputusan likuidasi diambil setelah perseroan menilai bahwa kebutuhan layanan nasabah BCA di Hong Kong kini dapat dipenuhi melalui platform digital yang dimiliki BCA, tanpa harus mengandalkan layanan tatap muka.
“Keputusan likuidasi BCA Finance Limited mempertimbangkan bahwa layanan perbankan untuk nasabah Perseroan yang berlokasi di Hong Kong yang semula dilayani secara tatap muka oleh BCA Finance Limited saat ini dapat dilayani melalui layanan digital yang dimiliki oleh Perseroan,” katanya.
Baca Juga
- Pinjol Astra (ASII) Maucash Umumkan Tutup
- Grafik Pergerakan IHSG Hari Ini Senin, 5 Januari 2026
- Jadwal Rapat FOMC The Fed 2026, Acuan Pasar Keuangan dan Arah Dolar AS
Menurut dia, langkah ini merupakan bagian dari inisiatif bisnis BCA untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya sekaligus memastikan layanan tetap efisien dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
Dengan beralihnya fungsi layanan ke kanal digital, BCA menegaskan operasional dan pelayanan bagi nasabah tetap berjalan tanpa gangguan.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





