Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek di PN Tipikor, Jakpus pada Senin (5/1). Agendanya adalah pembacaan surat dakwaan.
Sidang dimulai sekitar pukul 10.50 WIB. Nadiem hadir langsung dalam persidangan kali ini setelah sebelumnya absen dua kali dengan alasan pemulihan pascaoperasi.
Sejumlah keluarga hingga kerabat Nadiem pun terlihat menghadiri persidangan untuk memberikan dukungan. Orang tua Nadiem, Nono Anwar Makarim dan Atika Algadrie, sudah berada di PN Tipikor sejak pukul 09.00 WIB tadi.
Tampak pula istri Nadiem, Franka Franklin, sudah berada di PN Tipikor bersama para mertuanya itu. Ia menyambut Nadiem di pintu ruang sidang saat digiring masuk.
Selain keluarga dan kerabat, tampak pula sejumlah artis dan seniman perfilman datang ke persidangan hari ini. Tampak, ada aktris Jajang C. Noer, sutradara Riri Riza, sutradara Mira Lesmana, aktris Christine Hakim, hingga influencer DJ Donny duduk di kursi tamu ruang sidang.
Pengacara Nadiem, Ari Amir Yusuf menyebut kehadiran keluarga, kerabat, hingga nama-nama beken industri hiburan itu merupakan bentuk dukungan untuk Nadiem.
“Ini merupakan support moral yang besar buat Mas Nadiem. Karena memang mereka bisa melihat secara jernih bahwa Nadiem tidak sama sekali mempunyai niat jahat untuk melakukan korupsi,” ucap Ari sebelum sidang dimulai.
“Betul-betul semua yang dilakukan Nadiem itu adalah sebuah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Dia mengorbankan banyak hal, dia meninggalkan banyak hal, bisnisnya ditinggalkan, semua ditinggalkan untuk mengabdi ke bangsa ini,” tambahnya.
Selain itu, adapula sejumlah mitra ojol GoJek datang ke dalam ruang sidang. Salah satunya adalah mitra GoJek pertama, yakni Mulyono. Perlu diketahui, Nadiem adalah eks Dirut GoJek.
Ari pun menilai bahwa kehadiran para mitra ojol GoJek ini merupakan bukti bahwa Nadiem dapat berkontribusi bagi negara karena kecerdasannya.
“Ya alhamdulillah, memang harus diakui, munculnya Gojek artinya mengangkat citra kawan-kawan Gojek itu lebih terorganisir dengan baik, penghasilannya lebih meningkat, itu pada zaman Nadiem, itu harus diakuin itu,” ucap Ari.
“Nadiem punya peran serta untuk itu. Nah, sebetulnya ide-ide cerdasnya ini bisa digunakan untuk kepentingan bangsa ini. Tapi ya kita tidak tahu kenapa kok justru dia malah dikriminalisasi,” tandasnya.



