Sanders: Trump tak berhak perintahkan perang di Venezuela

antaranews.com
1 hari lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak berhak memerintahkan AS untuk berperang di Venezuela, kata Senator Bernie Sanders tentang aksi militer AS di negara Amerika Selatan itu yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

"Amerika Serikat tidak berhak mengatur Venezuela," kata politikus senior AS itu melalui akun Instagram pribadinya, yang dilihat pada Senin (5/1).

Sanders mengatakan Kongres harus segera mengesahkan resolusi kekuasaan perang "untuk mengakhiri operasi militer ilegal" tersebut dan menegaskan kembali tanggung jawab konstitusionalnya.

Ia menegaskan tindakan AS itu jelas melanggar hukum internasional dan berpotensi mendorong para pemimpin dunia menyerang negara lain untuk merebut sumber daya alam atau mengganti pemerintahan.

Sanders menyebut pendekatan tersebut sebagai "logika mengerikan" yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membenarkan serangan Rusia ke Ukraina.

Menurut Sanders, Trump dan pemerintahannya berupaya menghidupkan kembali Doktrin Monroe — pandangan yang menganggap AS berhak mendominasi Amerika Latin secara sepihak — serta secara terbuka menunjukkan ambisi menguasai cadangan minyak Venezuela terbesar di dunia.

"Ini adalah imperialisme terang-terangan. Ini mengingatkan kita pada babak-babak paling gelap intervensi AS di Amerika Latin, yang telah meninggalkan warisan mengerikan. Hal ini akan dan harus dikutuk oleh dunia demokrasi," katanya.

Sanders meminta Trump fokus menyelesaikan krisis di dalam negeri dan mengakhiri tindakan militer di luar negeri, seraya menilai Trump gagal menjalankan tugasnya memimpin AS.

Sebelumnya, Trump pada Sabtu mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Trump juga mengatakan AS akan "mengelola" Venezuela hingga transisi pemerintahan berlangsung dengan aman serta memperbaiki infrastruktur minyak negara tersebut yang disebutnya "rusak."

Baca juga: Demokrat AS: Tak ada bukti dukung aksi militer di Venezuela
Baca juga: Presidennya ditangkap AS, Venezuela bentuk komisi bebaskan Maduro


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengalaman Traveling teman kumparan ke Tempat Wisata Religi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Minyak Dunia Anjlok Meski Maduro Ditangkap, Pasar Khawatir 2026 Pasokan Berlebih
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Lengkap Seleksi Masuk Madrasah Unggulan 2026: MAN Insan Cendekia, MAN PK, MAKN, MAN PUN
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Joao Cancelo Pilih Barcelona, Inter Milan Langsung Incar Bek Fiorentina
• 4 jam lalumerahputih.com
thumb
Kolombia Tegaskan Tetap Kerja Sama dengan AS dalam Pemberantasan Narkoba Meski Hubungan Memanas
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.