TAPANULI SELATAN, KOMPAS.TV - Banjir bandang yang menerjang Sumatera membuat ribuan sekolah hancur dan tak bisa digunakan.
Agar proses belajar tetap berjalan pada 5 Januari, pelajar di wilayah terdampak bencana mengikuti pembelajaran di tenda-tenda yang digunakan sebagai sekolah darurat.
Tenda darurat ini akan jadi sekolah darurat bagi 60 siswa PAUD di Desa Batuhula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Di dalam tenda hanya ada terpal yang dijadikan alas. Fasilitas pendukung seperti alat tulis dan papan tulis masih dalam perjalanan.
Meski fasilitas mengajar masih terbatas, namun para guru optimistis proses belajar mengajar tak terputus meski di tengah musibah.
Sementara itu, sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen, Aceh, masih belum bisa dibersihkan seratus persen.
Keterbatasan air bersih dan alat berat jadi kendala. Padahal pada 5 Januari seluruh sekolah di Bireuen sudah harus kembali aktif.
Dinas Pendidikan Bireuen, Aceh, akan menyiapkan tenda darurat sebagai tempat sementara untuk kegiatan belajar mengajar.
Sehari jelang masuknya tahun ajaran baru 2026, ratusan personel gabungan dikerahkan untuk optimalisasi pembersihan sekolah di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Polda Sumbar membagikan ratusan seragam sekolah untuk korban banjir di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, lebih dari 4.140 sekolah rusak akibat bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.
Setiap hari, petugas kepolisian, TNI, bersama para relawan membantu membersihkan lingkungan sekolah agar para siswa dapat kembali belajar.
Baca Juga: Seberangi Sungai, Polisi Evakuasi 45 Warga Terisolasi di Tapanuli Tengah | SAPA PAGI
#banjirsumatera #tapanuliselatan #siswa
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- banjir sumatera
- tenda darurat
- tapanuli selatan
- kemendikdasmen
- penyintas bencana





