Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Jakarta
Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Kemenag menggelar kegiatan donor darah di Jakarta Senin, 5 Januari 2026. Aksi kemanusiaan ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta para pimpinan lembaga di lingkungan Kemenag.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya pelaksanaan donor darah menjelang bulan Ramadan. Menurutnya, rumah sakit sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan darah pasien selama bulan suci.
"Keluhan rumah sakit itu adalah sulitnya mencari darah pada saat Ramadan. Maka, donor darah menjelang Ramadan seperti sekarang ini itu sangat-sangat bermanfaat,” ucap Menag Nasaruddin Umar.
Menag menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama yang mampu menggerakkan partisipasi secara luas tanpa unsur kewajiban. “Kami berterima kasih kepada ibu-ibu dan para perempuan. Karena kalau kami yang menghimbau, belum tentu bisa sebanyak ini yang terkumpul,” tuturnya.
Sementara itu, penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Helmi Halimatul Udhma, mengatakan kegiatan donor darah tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang pelaksananya bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Sebetulnya gerakan ini setiap tahun sudah kami lakukan, dan Alhamdulillah, bekerja sama dengan PMI. Semua berjalan dengan baik dan setiap tahun targetnya terus meningkat,” ujar Helmi dikutip dari laman antaranews.com.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kegiatan serupa tahun lalu, DWP Kemenag berhasil mengumpulkan sebanyak 200 kantong darah. Tahun ini, target pengumpulan darah ditingkatkan menjadi sekitar 250 hingga 300 kantong.
“Mudah-mudahan hari ini mencapai target. Ini memang program DWP Kemenag yang setiap tahun kami lakukan dengan sasaran masyarakat umum, khususnya keluarga besar Kementerian Agama yang selama ini aktif berdonor,” kata Helmi lebih lanjut.
Helmi menambahkan, kegiatan donor darah kali ini mengusung tema kepedulian terhadap para penyintas bencana. Ia berharap darah yang terkumpul nantinya dapat membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Kita mungkin tidak hadir langsung di lokasi bencana, tetapi kita bisa berkontribusi untuk umat melalui donor darah. Insyaallah darah ini bermanfaat untuk para penyintas bencana,” ucapnya.
Ia pun mengapresiasi konsistensi DWP Kemenag dalam menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan tersebut setiap tahun. “Kami berharap kegiatan ini berjalan dengan baik, mencapai target, dan benar-benar bermanfaat bagi umat,” katanya.
Lebih lanjut, Helmi menyebutkan bahwa program donor darah ini tidak hanya digelar di tingkat pusat, tetapi juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Kantor Wilayah Kemenag di Indonesia, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta kantor Kemenag di tingkat kabupaten dan kota.
“Seluruh kanwil hingga PTKIN dan Kemenag kabupaten/kota di bawah Kementerian Agama juga melaksanakan donor darah,” ungkap Helmi.
Editor: Redaksi TVRINews




