JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan situasi di Caracas, Venezuela, mulai kondusif pasca konflik antara negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS).
Juru Bicara (Jubir) Kemlu Yvonne Mewengkang menyebut, tidak terlihat fenomena panic buying di negara itu.
"Secara umum KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan. Pasar swalayan telah beroperasi kembali, dan tidak terlihat adanya fenomena panic buying di tengah warga," kata Yvonne dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Ada Peran Orang Dalam Venezuela di Balik Penangkapan Nicolas Maduro
Tak hanya itu, stasiun pengisian bahan bakar juga telah dibuka. Dengan begitu, mobilitas kendaraan di jalan-jalan utama mulai terlihat normal.
Berdasarkan pantauan langsung KBRI Caracas per tanggal 5 Januari 2026 pun, 37 WNI di Venezuela dalam keadaan aman dan dapat berkomunikasi dengan KBRI meski jaringan belum sepenuhnya stabil.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=KBRI Caracas, Situasi Caracas Kondusif, Konflik Venezuela-AS, WNI Aman di Venezuela&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xNTQ3MDQyMS9rZW1sdS1wYXN0aWthbi13bmktZGktdmVuZXp1ZWxhLWFtYW4tdGFwaS10ZXRhcC1zaWFwa2FuLWtvbnRpZ2Vuc2ktcGxhbg==&q=Kemlu Pastikan WNI di Venezuela Aman, tapi Tetap Siapkan Kontigensi Plan§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Masih terdapat gangguan jaringan komunikasi provider nasional di wilayah Caracas dan pemadaman listrik di salah satu wilayah Caracas," jelas dia.
Lebih lanjut Yvonne memastikan, Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela.
Baca juga: Usai Penangkapan Maduro, Analis Prediksi Produksi Minyak Venezuela Naik
Indonesia telah menyiapkan rencana kontingensi apabila diperlukan.
Di sisi lain, Indonesia meminta semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta menghormati hak dan kehendak Venezuela dalam menjalankan kedaulatan serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka.
"Kemenlu bersama KBRI Caracas telah memiliki kontingensi plan terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan diberlakukan sekiranya dibutuhkan sesuai dengan perkembangan situasi terkini serta mengimbau WNI untuk terus siaga," tandas dia.
Sebelumnya diberitakan, serangan AS dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela yang menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.
Baca juga: Usai Venezuela, 3 Negara Ini Jadi Target Amerika Serikat, Mana Saja?
Maduro dan istrinya ditangkap pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS.
AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.
Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba.
Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




