Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, menegaskan pentingnya peran fasilitator dalam menanamkan etos pelayanan kepada petugas haji. Menurutnya, kualitas layanan kepada jemaah sangat ditentukan oleh nilai-nilai yang ditransfer melalui proses pelatihan.
Penegasan tersebut disampaikan Puji saat membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Puji menekankan bahwa ketika petugas sudah berada di lapangan, mereka harus memiliki satu orientasi utama, yakni melayani jemaah haji. Karena itu, etos pelayanan wajib menjadi materi inti yang tertanam kuat dalam setiap tahapan pendidikan dan pelatihan petugas.
“Begitu memasuki medan tugas, fokus PPIH hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Nilai ini harus benar-benar ditanamkan kepada seluruh peserta diklat,”kata Puji dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.
Dalam pemaparannya, Puji menjelaskan bahwa Ditjen Bina PHU memiliki peran strategis sebagai penanggung jawab pembinaan teknis, perumus kebijakan, serta pengendali implementasi kebijakan penyelenggaraan haji. Oleh karena itu, diklat PPIH yang akan dilaksanakan ke depan merupakan mandat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap operasional, dengan dukungan penuh dari para fasilitator yang telah melalui proses TOT.
Ia juga memaparkan empat pilar utama yang menjadi arah kebijakan penyelenggaraan haji tahun ini. Pilar tersebut meliputi penyelarasan kebijakan pusat dengan kondisi di lapangan, penguatan manajemen layanan jemaah yang terukur, optimalisasi perlindungan dan bimbingan ibadah, serta peningkatan koordinasi lintas fungsi antarpetugas.
Selain aspek teknis, Puji menginstruksikan agar pelatihan fasilitator turut menanamkan nilai-nilai inti petugas haji, yakni keikhlasan, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk petugas haji yang memiliki semangat pengabdian tinggi.
Sebagai garda terdepan dalam proses diklat, para fasilitator TOT diharapkan mampu menjaga standar mutu nasional penyelenggaraan haji. Mereka juga dituntut menjadi teladan profesionalisme dan integritas, sekaligus memastikan kebijakan yang ditetapkan tidak disalahartikan saat diterapkan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Haji dan Umrah RI berharap lahir fasilitator yang mampu menerjemahkan kebijakan menjadi praktik pelatihan yang efektif dan bermakna, sehingga seluruh petugas haji tahun 1447 H/2026 M siap memberikan layanan terbaik kepada jemaah.
Editor: Redaksi TVRINews




