Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyampaikan 15 program aksi baru Kementerian Imipas di tahun 2026 ini. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya, saat memberi penguatan kepada jajarannya, Senin (5/1).
"Apa yang kita canangkan dalam 15 program kerja, yang sudah saya sampaikan pada saat analisa dan evaluasi terakhir, ini bisa kita laksanakan, karena itu merupakan tindak lanjut dari 13 program akselerasi dan kita gabung dengan 8 prioritas presiden pada 2026," kata Agus.
15 Program itu antara lain:
Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
Penguatan pemeriksaan keimigrasian di tempat pemeriksaan imigrasi.
Penyederhanaan regulasi visa, bisnis, golden visa dan izin tinggal investor untuk mendukung investasi.
Penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa untuk mencegah TPPO dan TPPM.
Pemenuhan sarana dan prasarana pos lintas batas tradisional dan pos imigrasi lainnya dan penambahan autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) bandara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas negara.
Pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di lapas dan rutan.
Mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowded dengan solusi komprehensif.
Kemandirian pangan melalui program pertanian perikanan di lapas dan rutan dengan pemanfaatan lahan idle yang dipertanggungjawabkan pada kita.
Pembangunan dapur sehat di lapas dan rutan dengan berdayakan warga binaan pemasyarakatan yang tersertifikasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemasaran hasil karya warga binaan melalui UMKM.
Pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
Efisiensi energi melalui energi terbarukan dengan solar sel dan biogas untuk daerah 3T dan perbatasan.
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial di sekitar Unit Pelaksana Teknis imigrasi dan pemasyarakatan.
Fasilitas rumah ASN Kementerian Imipas.
Peningkatan kompetensi SDM, melalui penyelenggaraan open online courses dan pendidikan vokasi politeknik di imipas.
Dari program-program ini, Agus menekankan poinnya pada MBG. Ia sudah mendapat laporan, setidaknya ada 200 titik yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung MBG.
"Dan 50 yang tahap pertama ini mudah-mudahan menarik rekan-rekan sekalian untuk berkontribusi di sana, karena lumayan juga itu profitnya jika dikelola dengan baik," ucap Agus.
"Syukur-syukur rekan-rekan mampu menggerakkan masyarakat sekitar untuk mengisi SPPG di sekitar lapas di 200 titik yang sudah disampaikan oleh pihak BGN," imbuhnya.
Agus merasa, jika hal ini bisa dikelola dengan baik, maka akan jadi peluang bagi para pegawai Imipas setelah purnatugas.
"Sehingga saat rekan-rekan sudah pensiun, rekan-rekan sudah siap, bukan hanya saat berdinas, tapi juga saat sudah pensiun dengan kegiatan-kegiatan yang bisa di-copy untuk dilaksanakan masing-masing pribadi dalam rangka mengisi waktu," ucap Agus.




