Penulis: Randi Ardiansyah
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara mencatat realisasi penambahan pengguna baru Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sepanjang tahun 2025 melampaui target yang telah ditetapkan. Dari target 21 ribu pengguna baru, capaian aktual mencapai 29.383 pengguna.
Dengan capaian tersebut, total akumulasi pengguna QRIS di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 298.190 orang, atau naik 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Seiring bertambahnya pengguna, jumlah merchant atau pedagang yang menggunakan QRIS di Sulawesi Tenggara juga terus meningkat. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 235.550 merchant telah mengadopsi QRIS. Angka ini bertambah lebih dari 65 ribu merchant dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 170.468 pedagang.
Bank Indonesia menilai keberhasilan melampaui target tersebut tidak terlepas dari masifnya kegiatan sosialisasi dan edukasi literasi digital yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. Program tersebut menjangkau aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga pelaku usaha di 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Dari sisi aktivitas, penggunaan QRIS di Sultra juga menunjukkan lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS meningkat 142,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah transaksi tercatat mencapai 27 juta transaksi, naik tajam dari sekitar 11 juta transaksi pada periode sebelumnya.
Sementara itu, total nilai transaksi digital melalui QRIS di Sulawesi Tenggara hingga akhir 2025 mencapai Rp3,3 triliun. Peningkatan signifikan baik dari sisi volume maupun nilai transaksi ini menjadi indikator kuat bahwa pembayaran non-tunai semakin terintegrasi dalam aktivitas ekonomi dan gaya hidup masyarakat Sulawesi Tenggara.
Editor: Redaktur TVRINews




