Nuuk: Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa masa depan wilayah otonom tersebut tidak akan ditentukan oleh unggahan media sosial. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya gambar yang menampilkan Greenland tertutup bendera Amerika Serikat dengan keterangan “SOON” atau "SEGERA."
“Foto yang dibagikan oleh Katie Miller, yang memperlihatkan negara kami diselimuti bendera Amerika, tidak mengubah apa pun,” kata Nielsen dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Instagram dan dikutip Anadolu Agency, Senin, 5 Januari 2026.
Nielsen merujuk pada unggahan Katie Miller, pejabat senior dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang juga merupakan istri Stephen Miller, penasihat lama Trump dan Wakil Kepala Staf Gedung Putih saat ini.
“Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak akan dibentuk oleh perdebatan di media sosial,” tegas Nielsen.
Ia menyebut unggahan tersebut sebagai tindakan yang tidak menghormati, serta menekankan bahwa hubungan antarnegara seharusnya dibangun atas dasar saling menghormati dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
“Pesan yang membawa simbol kepemilikan bukanlah jalan ke depan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa konten semacam itu mengabaikan status dan hak Greenland.
Nielsen juga menegaskan bahwa Greenland merupakan masyarakat demokratis dengan pemerintahan sendiri, pemilihan umum yang bebas, serta institusi yang kuat. “Sikap kami secara jelas berlandaskan hukum internasional dan perjanjian yang diakui secara internasional. Posisi itu tetap teguh,” katanya.
Meski demikian, ia menilai situasi tersebut tidak perlu disikapi dengan kepanikan, namun tetap memerlukan penolakan yang tegas. “Tidak ada alasan untuk panik. Namun, kami memiliki alasan yang kuat untuk secara jelas menolak bentuk ketidakhormatan seperti ini,” ujarnya.
Greenland merupakan wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark dan dalam beberapa tahun terakhir kerap menarik perhatian Amerika Serikat karena letaknya yang strategis serta potensi kekayaan sumber daya mineralnya.
Presiden Trump sebelumnya pernah menyebut kepemilikan Greenland sebagai “kebutuhan mutlak” bagi keamanan ekonomi Amerika Serikat, bahkan mengibaratkannya sebagai “kesepakatan properti berskala besar."
Baik pemerintah Denmark maupun Greenland secara konsisten menolak wacana tersebut dan menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Baca juga: Trump Singgung Lagi Rencana Aneksasi Greenland, PM Denmark Bereaksi Keras



