Jakarta, ERANASIONAL.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat perkembangan pariwisata sepanjang November 2025 mencapai 62,03 persen, naik 1,50 persen poin (year on year).
Diketahui pariwisata Provinsi DKI Jakarta mengalami trend positif sehingga Tingkat Penghuni Kamar (TPK) Hotel pun melonjak di tahun 2025 dibandingkan November 2024 (y-on-y), dan naik 4,34 persen poin dibandingkan Oktober 2025 (m-to-m).
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanudin mengatakan Tingkat Penghunian Kamar hotel nonbintang di Jakarta pada November 2025 mencapai 44,90 persen atau naik sebesar 1,55 persen poin dibandingkan November 2024 (y-on-y), dan naik 2,54 persen poin dibandingkan Oktober 2025 (m-to-m).
“Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel bintang di Jakarta pada November 2025 mencapai 1,572 malam, turun 0,036 poin dibandingkan November 2024 (y-on-y), sedangkan bila dibandingkan Oktober 2025 naik sebesar 0,011 poin (m-to-m),” ujar Nurul dalam konferensi pers di Kantor BPS Provinsi DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (5/01/2025).
Nurul merinci rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel nonbintang di Jakarta pada November 2025 mencapai 1,375 malam, naik 0,155 poin dibandingkan November 2024 (y-on-y) dan naik 0,007 poin dibandingkan Oktober 2025 (m-to-m).
“Proporsi tamu asing terhadap total tamu menginap di hotel bintang Jakarta pada November 2025 mencapai 9,89 persen,” tandas Nurul.
Perkembangan Usaha Jasa
Nurul juga menambahkan TPK hotel bintang Jakarta pada November 2025 mencapai 62,03 persen. Lebih rinci, TPK hotel bintang Jakarta naik 1,50 persen poin, jika dibandingkan dengan TPK November 2024 sebesar 60,53 persen.
Berdasarkan klasi kasinya, dikatakan Nurul, TPK hotel bintang satu mengalami peningkatan ter nggi yaitu mencapai 11,11 persen poin (y-on-y), diiku oleh hotel bintang empat sebesar 4,64 persen poin dan hotel bintang ga sebesar 2,17 persen poin.
“Sementara itu, penurunan TPK terjadi pada hotel bintang lima dan hotel bintang dua dengan penurunan masing-masing sebesar 3,83 persen poin dan 1,59 persen poin (y-on-y),” tandas Nurul.





