Sinyal Keras dari Washington: Setelah Penangkapan Maduro, Siapa Berikutnya?

erabaru.net
2 hari lalu
Cover Berita


EtIndonesia.
Sebuah operasi penangkapan lintas negara yang dilakukan Amerika Serikat tidak hanya mengubah peta politik Venezuela, tetapi juga memicu gelombang kejut besar di dunia berbahasa Mandarin, khususnya di Tiongkok. Setelah Nicolás Maduro ditangkap hidup-hidup, berbagai rekaman, bocoran informasi, serta spekulasi politik dengan cepat menyebar luas di internet, memicu euforia, satire, hingga kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Euforia Digital dan Sindiran Terbuka terhadap Beijing

Dalam hitungan jam setelah kabar penangkapan dikonfirmasi, opini publik dunia maya meledak. Di berbagai platform media sosial, terutama yang diakses warganet Tiongkok, muncul gelombang komentar sarkastik, ejekan politik, dan harapan terbuka agar operasi serupa juga menimpa Xi Jinping, pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Sejumlah pengguna secara terang-terangan menulis bahwa militer Amerika Serikat seharusnya segera “menangkap” Xi Jinping, menyamakan nasibnya dengan Maduro. Di saat yang sama, beredar laporan tidak resmi yang menyebutkan adanya pergerakan tidak biasa di fasilitas militer sekitar Beijing, serta peningkatan signifikan terhadap pengamanan pribadi Xi Jinping.

Maduro Dibawa ke New York: Borgol, Helikopter, dan Penahanan

Pada malam hari waktu setempat, 3 Januari 2026, Maduro dan istrinya dikawal ketat ke Amerika Serikat. Setibanya di New York, Maduro turun dari pesawat dengan kaki terborgol, lalu segera diterbangkan menggunakan helikopter menuju Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn untuk menjalani penahanan.

Operasi ini dinilai sebagai salah satu penangkapan lintas negara paling bersih dan cepat dalam sejarah modern, tanpa laporan korban jiwa.

Pertemuan Tertutup dengan Delegasi PKT Jadi Sorotan

Fakta penting yang kemudian memicu spekulasi luas adalah bahwa beberapa jam sebelum penangkapannya, Maduro diketahui baru saja menggelar pertemuan tertutup selama berjam-jam dengan delegasi tingkat tinggi PKT. Selama bertahun-tahun, Beijing secara terbuka menyebut Maduro dan sejumlah pemimpin otoriter lain sebagai “teman lama”.

Kedekatan ini membuat banyak analis menilai bahwa penangkapan Maduro tidak hanya menjadi pukulan bagi Venezuela, tetapi juga peringatan strategis bagi Beijing.

Reaksi Komunitas Tionghoa: Dari Pujian hingga Ejekan Pedas

Begitu kabar penangkapan menyebar, komunitas Tionghoa—baik di dalam maupun luar negeri—langsung bereaksi keras. Di platform Douyin, banyak komentar yang memuji kekuatan militer Amerika Serikat dengan nada sinis.

“Menangkap seorang presiden lebih cepat daripada menangkap anak ayam. Ini baru benar-benar cepat,” tulis seorang pengguna.

Sebagian lainnya membandingkan operasi AS dengan latihan militer PKT yang dinilai hanya bersifat demonstratif.

“Tanpa latihan, tanpa slogan, langsung ditangkap. Kita selama ini menertawakan mereka, ternyata mereka benar-benar menakutkan.”

Di platform X berbahasa Mandarin di luar negeri, muncul komentar bernada satir: “Kami sudah antre terlalu lama. Amerika, tolong bergerak lebih cepat.”

Julukan ejekan terhadap Xi Jinping juga kembali bermunculan, dengan banyak warganet menegaskan bahwa penangkapan dan pengadilan Xi merupakan “suara hati mayoritas rakyat Tiongkok”.

Fenomena Unik di Tianjin: “Hari Mi Penangkapan”

Di kota Tianjin, 3 Januari 2026 menjadi hari yang tak biasa. Sejumlah warganet melaporkan bahwa sejak pukul 08: 00 pagi, seluruh jenis mie—baik mie bulat maupun mie pipih—habis terjual. Para pedagang kebingungan menghadapi lonjakan permintaan.

Warga setempat bahkan menjuluki hari itu sebagai “hari mie penangkapan”, sebuah permainan kata yang bermakna “tertangkap sejak pagi”. Bagi masyarakat Tianjin, mie bukan sekadar makanan, melainkan simbol ritual dalam momen besar.

“Kalau suatu hari rakyat benar-benar bangkit dan rezim komunis runtuh, mie pun akan habis tak bersisa,” tulis seorang pengguna.

Budaya Pop dan Simpati Global

Di tengah gelombang ini, lagu Liang Jingru berjudul ‘Sayang Bukan Kamu’ kembali viral. Kolom komentarnya dipenuhi tafsir politik tersirat, mencerminkan emosi kolektif yang sedang bergejolak.

Menariknya, pada kolom komentar media resmi PKT yang memberitakan “kerusuhan di Iran”, mayoritas komentar justru menyatakan dukungan terhadap rakyat Iran, bukan aparat negara.

Iran, Khamenei, dan Sinyal Geopolitik Baru

Sejumlah laporan menyebut bahwa Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang juga disebut sebagai “teman lama” PKT, telah meninggalkan Teheran. Pada saat bersamaan, Reza Pahlavi, putra mahkota Iran yang hidup di pengasingan, dilaporkan berada di Mesir.

Beredar spekulasi bahwa Presiden AS, Donald Trump mungkin akan mengirim pasukan atas nama perlindungan rakyat Iran, guna mengawal Reza Pahlavi kembali ke negaranya dan membuka jalan bagi monarki konstitusional sebagai alternatif rezim teokrasi.

Selain itu, seorang perwira tinggi Iran, Kolonel Sajjad Azad, dikabarkan membelot dan menyatakan akan melawan rezim hingga Iran merdeka.

Pengakuan Media AS dan Ketakutan Global

Bahkan CNN, media Amerika yang dikenal kritis terhadap Trump, mengakui bahwa Tiongkok, Rusia, dan Iran diam-diam sangat terkesan dengan operasi militer AS di Venezuela.

Komentator CNN menilai operasi tersebut “sederhana, presisi, dan mematikan”: menemukan target, mengunci, lalu menangkap—bahkan bersama istrinya—tanpa korban jiwa. Menurut mereka, ketiga negara tersebut tidak memiliki kapasitas melakukan operasi sebersih itu.

Beijing dalam Fase Tegang

Pada 4 Januari 2026, seorang pengusaha asal Shanghai, Hu Liren, menulis di media sosial bahwa penangkapan Maduro telah menyeret Xi Jinping ke dalam fase ketakutan ekstrem. Dia mengklaim Beijing memperketat pengamanan pribadi Xi, sementara aktivitas militer di sekitar ibu kota meningkat tajam, termasuk dugaan aktivasi sistem bunker bawah tanah.

Partai Komunis Tiongkok tercatat dua kali mengeluarkan pernyataan resmi mengecam tindakan Amerika Serikat. Para analis menilai langkah Washington ini akan berdampak langsung dan negatif terhadap kepentingan geopolitik serta ekonomi PKT di Amerika Latin.

Dari Havana hingga Beijing, rezim-rezim otoriter kini dilaporkan semakin gelisah. Seperti ditulis seorang warganet dengan nada tajam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Federico Barba Diusir usai Rumor Hengkang Makin Kuat Jelang Laga Persib Vs Persija, Bobotoh Sampai Bilang Begini untuk Sang Bek Italia
• 55 menit lalutvonenews.com
thumb
DJ Koo Masih Setia Datang ke Makam Barbie Hsu Setiap Hari
• 5 jam laluinsertlive.com
thumb
Sopir Truk Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Kemudi
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Menteri PANRB dan Menlu Sepakat Perkuat Organisasi Perwakilan RI untuk Tingkatkan Kinerja Diplomasi
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Sektor Maritim Alami Kemunduran
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.