Korban Kebakaran Bar di Swiss Teridentifikasi, Mayoritas Remaja

detik.com
2 hari lalu
Cover Berita
Jakarta -

Semua dari 40 korban yang tewas dalam kebakaran sebuah bar di Pegunungan Alpen Swiss saat perayaan Tahun Baru telah berhasil diidentifikasi, kata polisi Swiss pada Minggu (4/1).

Dua puluh enam korban berusia di bawah 18 tahun, sementara dua di antaranya yang meninggal dunia baru berusia 14 tahun, menurut para pejabat.

Kebakaran yang terjadi pada Kamis (1/1) di Le Constellation di Crans-Montana disebut sebagai salah satu bencana terburuk dalam sejarah Swiss, kata Presiden Guy Parmelin.

Sebuah acara doa bersama untuk mengenang para korban diadakan di resor ski tersebut pada Minggu (4/1).

Pemilik bar, sepasang suami istri, sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, menurut keterangan polisi.

Rincian korban dan kewarganegaraan terungkap

Menurut polisi Swiss, 21 korban meninggal merupakan warga negara Swiss dan tujuh adalah warga negara Prancis. Satu korban memiliki kewarganegaraan ganda Swiss–Prancis, dan seorang gadis berusia 15 tahun memiliki kewarganegaraan Prancis, Inggris, dan Israel. Enam dari mereka yang meninggal adalah warga negara Italia.

Korban lainnya juga termasuk warga negara Uni Emirat Arab, Belgia, Portugal, Rumania, dan Turki.

Polisi belum merilis identitas siapa pun dari para korban.

Selain 40 orang yang tewas, lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi serius. Sebanyak 35 orang telah dipindahkan ke rumah sakit di Belgia, Prancis, Jerman, dan Italia.

Crans-Montana mengenang para korban kebakaran

Di sebuah gereja kecil tak jauh dari bar yang hancur tersebut, sebuah ibadah diadakan pada hari Minggu untuk mengenang para korban.

Setelah ibadah, kerumunan bergerak menuju bar Le Constellation dan memorial darurat di sampingnya, dengan para pengunjung memberikan tepuk tangan kepada para petugas layanan darurat yang hadir.

Swiss akan mengadakan hari berkabung nasional pada Jumat (10/1) untuk mengenang para korban, ujar Presiden nasional Guy Parmelin kepada surat kabar lokal Sonntagsblick, seraya menambahkan bahwa semua orang di negara itu "dapat secara pribadi mengenang para korban."

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Rizki Nugraha

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saat Donasi Mulai Berdatangan ke Masjid yang Ditinggal Donatur
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Agenda Padat Nova Arianto: Event Timnas Indonesia U-20 yang Menanti Sepanjang 2026
• 4 jam lalubola.com
thumb
Presiden Interim Venezuela Nyatakan Ingin Bekerja Sama dengan AS
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Merry Bela Raffi Ahmad Usai Disindir Pandji Soal Isu Cuci Uang
• 10 jam lalufajar.co.id
thumb
Pemkot Jakbar siapkan tiga hal sebelum relokasi warga Kalideres
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.