Pemerintah dan Bank Sentral Korsel Komitmen Stabilkan Won yang Melemah

idxchannel.com
2 hari lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol dan Gubernur Bank Sentral Korea (BOK) Rhee Chang-yong berjanji mengambil langkah bersama.

Pemerintah dan Bank Sentral Korsel Komitmen Stabilkan Won yang Melemah. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol dan Gubernur Bank Sentral Korea (BOK) Rhee Chang-yong berjanji mengambil langkah bersama untuk menstabilkan nilai tukar won yang melemah dalam beberapa waktu terakhir.

Dilansir dari CNA, Senin (5/1/2026), pelemahan won dinilai tidak mencerminkan fundamental ekonomi negara tersebut.

Baca Juga:
Ekspor Korsel Tembus Rp11.700 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi

“Kami akan memantau pasar keuangan dan valuta asing secara cermat dan berupaya untuk menyelesaikan ketidakseimbangan struktural permintaan-penawaran di pasar valuta asing,” kata Koo dalam pidato yang telah disiapkan pada acara Tahun Baru, Senin (5/1).

Nilai tukar won melemah 0,3 persen menjadi 1.448,6 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, memperpanjang pelemahan won selama empat sesi berturut-turut. 

Baca Juga:
Investor Industri Makanan Korsel Incar Saham Estika Tiara (BEEF)

Pelemahan ini terjadi setelah won sempat menguat tajam pada akhir Desember dari level terendah delapan bulan, seiring upaya kebijakan untuk membalikkan tren depresiasi.

Selain menjaga stabilitas pasar valuta asing, Koo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan insentif pajak guna mendorong investasi jangka panjang di pasar saham domestik.

Baca Juga:
LG Chem Ajukan Rencana Restrukturisasi Bisnis Petrokimia ke Pemerintah Korsel

Sementara itu, Rhee menekankan pentingnya koordinasi antara bank sentral, pemerintah, dan lembaga terkait untuk merespons pergerakan nilai tukar won yang dinilai tidak sejalan dengan fundamental ekonomi.

“Bank sentral dan pemerintah, serta lembaga-lembaga terkait, harus bekerja sama untuk mengatasi tren depresiasi won baru-baru ini yang tidak sejalan dengan fundamental ekonomi,” ujar Rhee dalam acara sektor keuangan.

Ke depan, Rhee mengatakan kebijakan moneter akan dijalankan dengan lebih hati-hati, dengan mempertimbangkan secara lebih menyeluruh perkembangan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan stabilitas sektor keuangan. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gandeng BPVP Bantaeng, Lapas Bulukumba Perkuat Program Kemandirian Warga Binaan
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Machado Puji Operasi AS, Sebut Penangkapan Maduro Titik Balik Venezuela
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kabar Buruk Buat Real Madrid, Kylian Mbappe Harus Absen di Piala Super Spanyol
• 16 jam lalumerahputih.com
thumb
Gubernur Pramono: IPO Bank Jakarta pada 2027 Dorong Kepercayaan Masyarakat
• 15 jam laludisway.id
thumb
Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 7 Januari 2026
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.