JAKARTA, KOMPAS.TV - Ayah korban pembunuhan di Cilegon sekaligus Politisi PKS Maman Suherman mengaku masih sempat memegang anaknya atau MAMH dan membalikkan kepalanya sedikit.
Dengan suara bergetar, Maman Suherman menuturkan, dirinya juga berusaha memberikan nafas buatan bagi MAMH yang sudah bersimbah darah.
Cerita itu disampaikan oleh Maman Suherman di Program Borgol Kompas TV, Senin (5/1/2026).
“Saya balikan kepalanya sedikit, saya berusaha untuk memberi nafas buatan, setelah itu,” kata Maman tanpa menyelesaikan jawaban dan menahan tangis.
Sebelum menemukan anaknya bersimbah darah, Maman mengaku sedang berada di kantor dan menerima panggilan video call dari anaknya yang lain.
Baca Juga: Wamenkum Sebut Demonstrasi Perlu Memberi Tahu Polisi, Bukan Izin: Ada Hak Pengguna Jalan
“Saya lagi di kantor mendapatkan video call keluarga, bahwasanya anak saya yang bernama Daffara memberikan video call, melihatkan ke korban dan saya melihat sendiri bersimbah darah,” kata Maman.
Maman berasumsi, MAMH yang masih berusia 9 tahun jatuh dari tangga sehingga berdarah.
Dengan asumsi itu, Maman pun pamit dari kantor dan bergegas pulang sambil mengatakan anaknya jatuh dari tangga.
“Ketika saya sampai di rumah saya juga masih berasumsi dia itu jatuh dari tangga, melihat ke tangga nggak ada, maka saya (bertanya kepada kakak korban) adeknya dimana? (dijawab) ada di atas, saya langsung bergegas ke atas, di situlah baru saya lihat anak saya sudah bersimbah darah,” ucap Maman.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- maman suherman
- pembunuhan anak maman suherman
- maman suherman pks
- pembunuhan anak politisi pks
- anak politisi pks dibunuh



