Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas penjualan konsentrat tambang yang dilakukan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mendongkrak nilai ekspor Nusa Tenggara Barat pada November 2025.
Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Senin, mengatakan nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat mencapai 327,84 juta dolar AS.
"Komoditas yang diekspor paling banyak adalah barang tambang non migas dengan nilai mencapai 194,35 juta dolar AS," ujarnya.
Wahyudin menyampaikan insentif relaksasi yang diperoleh perusahaan tambang—yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat—diperoleh mulai Oktober 2025, sehingga ekspor konsentrat baru bisa dilakukan pada November 2025.
Menurutnya, relaksasi ekspor konsentrat yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membuat perkembangan nilai ekspor November 2025 melesat sebanyak 5.782 persen bila dibandingkan November 2024.
Nilai ekspor konsentrat mineral mencapai 59,28 persen dari total capaian nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat yang tercatat pada November 2025. Ekspor konsentrat dikirim melalui Pelabuhan Benete di Sumbawa Barat menuju ke China dan Jepang.
"Ekspor komoditas terbesar kedua adalah katoda tembaga hasil dari industri smelter yang berada di Sumbawa Barat," kata Wahyudin.
Ekspor katoda tembaga hasil industri pengolahan yang dikirim ke China, Malaysia, hingga Korea Selatan tersebut bernilai 66,14 juta dolar AS dan memiliki andil terhadap total ekspor sebanyak 20,18 persen.
Wahyudin menyampaikan ekspor perhiasan atau permata dari Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai 64,40 juta dolar AS dengan andil terhadap total ekspor mencapai 20,26 persen.
"Ekspor perhiasan atau permata yang paling banyak adalah emas yang juga dihasilkan oleh aktivitas smelter. Nilai ekspor emas kurang lebih 64,13 juta dolar AS," paparnya.
Di luar industri tambang, Nusa Tenggara Barat juga mencatatkan aktivitas ekspor komoditas ikan dan udang senilai 2,02 juta dolar AS; lalu ekspor daging dan ikan olahan sebanyak 490.177 dolar AS; serta ekspor komoditas garam, belerang, dan kapur senilai 184.911 dolar AS.
Baca juga: NTB ekspor komoditas nontambang ke berbagai negara
Baca juga: Sumbawa ekspor perdana jagung 6.000 ton ke Filipina
Baca juga: Balai Karantina NTB catat 4.724 ekor sapi dikirim lewat Pelabuhan Bima
Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Senin, mengatakan nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat mencapai 327,84 juta dolar AS.
"Komoditas yang diekspor paling banyak adalah barang tambang non migas dengan nilai mencapai 194,35 juta dolar AS," ujarnya.
Wahyudin menyampaikan insentif relaksasi yang diperoleh perusahaan tambang—yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat—diperoleh mulai Oktober 2025, sehingga ekspor konsentrat baru bisa dilakukan pada November 2025.
Menurutnya, relaksasi ekspor konsentrat yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membuat perkembangan nilai ekspor November 2025 melesat sebanyak 5.782 persen bila dibandingkan November 2024.
Nilai ekspor konsentrat mineral mencapai 59,28 persen dari total capaian nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat yang tercatat pada November 2025. Ekspor konsentrat dikirim melalui Pelabuhan Benete di Sumbawa Barat menuju ke China dan Jepang.
"Ekspor komoditas terbesar kedua adalah katoda tembaga hasil dari industri smelter yang berada di Sumbawa Barat," kata Wahyudin.
Ekspor katoda tembaga hasil industri pengolahan yang dikirim ke China, Malaysia, hingga Korea Selatan tersebut bernilai 66,14 juta dolar AS dan memiliki andil terhadap total ekspor sebanyak 20,18 persen.
Wahyudin menyampaikan ekspor perhiasan atau permata dari Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai 64,40 juta dolar AS dengan andil terhadap total ekspor mencapai 20,26 persen.
"Ekspor perhiasan atau permata yang paling banyak adalah emas yang juga dihasilkan oleh aktivitas smelter. Nilai ekspor emas kurang lebih 64,13 juta dolar AS," paparnya.
Di luar industri tambang, Nusa Tenggara Barat juga mencatatkan aktivitas ekspor komoditas ikan dan udang senilai 2,02 juta dolar AS; lalu ekspor daging dan ikan olahan sebanyak 490.177 dolar AS; serta ekspor komoditas garam, belerang, dan kapur senilai 184.911 dolar AS.
Baca juga: NTB ekspor komoditas nontambang ke berbagai negara
Baca juga: Sumbawa ekspor perdana jagung 6.000 ton ke Filipina
Baca juga: Balai Karantina NTB catat 4.724 ekor sapi dikirim lewat Pelabuhan Bima



