Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengaku langsung memotong liburan saat pertama kali mendengar kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook naik ke tahap penyidikan. Nadiem mengatakan saat itu sedang berlibur di luar negeri bersama istrinya, Franka Franklin.
"Saat pertama kali saya mendengar kasus ini masuk tahap penyidikan, saya lagi di luar negeri berdua dengan istri saya. Saya langsung memotong liburan saya dan kembali ke tanah air untuk menghadapi kasus ini," kata Nadiem Makarim saat membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (5/1/2025).
Nadiem mengatakan kariernya di PT Gojek Indonesia merupakan ikhtiar untuk membangun negeri. Dia mengatakan hati nuraninya bersih.
"Saya siap menghadapi badai, karena hati nurani saya bersih. Seluruh karir saya, baik di Gojek maupun di Kemendikbud, adalah ikhtiar saya untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Saya sudah diberkati Allah dengan kesuksesan finansial, tetapi itu tidak pernah menjadi tujuan hidup saya," ujarnya.
Dia mengaku akan tetap di dunia bisnis jika memiliki tujuan untuk memperkaya diri. Dia mengaku tak akan mempertaruhkan reputasi dan kebebasan hanya untuk memperkaya diri.
"Kalau memang tujuan saya memperkaya diri, saya akan memilih untuk tetap di dunia bisnis, di mana semua pintu terbuka bagi saya untuk meraih kesuksesan. Saya tidak mungkin mempertaruhkan kebebasan dan reputasi saya yang telah saya bangun selama puluhan tahun hanya untuk menambah kekayaan saya," kata Nadiem.
Nadiem tidak menyesal menerima amanah sebagai menteri. Dia mengaku bangga dan tetap mencintai Indonesia.
"Saya memilih jalan yang sulit. Saya memilih jalan yang tidak nyaman. Dan walaupun hati saya penuh dengan kesedihan dengan musibah yang saya hadapi sekarang, saya tidak pernah menyesali keputusan saya untuk menerima amanah sebagai menteri. Saya masih bangga bisa dipercayakan dengan amanah yang berat tapi mulia. Saya mencintai negara saya, dan bencana ini tidak akan mengubah kesetiaan saya kepada negara," ujarnya.
(mib/maa)



