Bola.com, Denpasar - Beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum Tahun Baru 2026, media Belanda seperti Leeuwarder Courant dan feanonline.nl sempat mewawancarai Johnny Jansen terkait kepelatihannya di Bali United.
Dari hasil wawancara Inilah, banyak media sosial yang menyadurnya dan justru membuat Johnny Jansen bertanya-tanya karena ia menilai konteks dari hasil wawancaranya tersebut tidak benar.
Meskipun ia mengakui jika ada pernyataan yang menyebutkan bahwa YouTube menjadi salah satu cara dalam perekrutan pemain di Bali United.
Saat itu, ia mengatakan bahwa Manajemen Bali United sempat menyodorkan beberapa pemain dari agen melalui rekaman video di YouTube termasuk dari data transfermarkt.com.
Namun hal tersebut menurutnya tidak baik karena jajaran pelatih tidak melihat secara langsung pemain tersebut saat bermain.
"Jadi apa yang dibuat oleh media di Belanda, disalahartikan di sini. Saya sendiri menghormati klub. Mulai dari owner, manajemen, sampai pelatih. Saya menghormati sistem yang ada di sini,” terangnya usai pertandingan menghadapi Arema FC di Stadion Dipta pada Minggu malam (4/1/2026).




