FAJAR, MAKASSAR — Pelatih nasional angkat besi Patmawati Abdul Hamid menyatakan minatnya untuk kembali ke Sulawesi Selatan dan mengabdi sebagai pelatih.
Mantan atlet Jawa Barat dan Riau itu datang bersama Melly Johari, yang juga merupakan pelatih sekaligus mantan atlet angkat besi nasional.
Niat tersebut disampaikan saat keduanya berkunjung ke Sekretariat Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) Sulawesi Selatan di Jl Andi Mappaoddang, Makassar, Senin, 5 Januari.
“Kami sebelumnya melatih di Bekasi, dan saat ini saya ingin kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan diri,” ujar Patmawati Abdul Hamid.
Peraih medali emas SEA Games Thailand 1995 itu menegaskan komitmennya untuk mencetak atlet-atlet muda potensial jika nantinya dipercaya menangani pembinaan angkat besi Sulsel. Ia optimistis Sulawesi Selatan masih memiliki banyak talenta yang bisa dikembangkan.
“Kami berdua akan bekerja maksimal untuk mencari bibit-bibit baru dan melatih mereka hingga menjadi atlet profesional,” katanya.
Ketua Umum PABSI Sulsel, Eddy Simon, menyambut baik dan mengapresiasi niat Patmawati dan Melly Johari. Ia didampingi Wakil Ketua Umum Patahuddin dan Sekretaris Umum Attock Suharto saat menerima kunjungan tersebut.
“Kami memang sangat menyayangkan keputusan Erwin Abdullah, Rahmat Erwin Abdullah, serta Ade Rifky Agustian yang hengkang ke Jawa Timur. Namun kehadiran Ibu Patma dan Ibu Melly ini bisa menjadi harapan baru bagi PABSI Sulsel untuk tetap menjadi penyokong atlet berprestasi, terutama dalam menghadapi Pra-PON 2027 dan PON NTB–NTT 2028,” ujar Eddy Simon.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum PABSI Sulsel Attock Suharto menilai kehadiran dua pelatih berpengalaman tersebut sangat dibutuhkan, mengingat sejak 2025 sejumlah pelatih dan atlet angkat besi Sulsel telah resmi pindah ke daerah lain.
“Kehadiran Patma dan Melly memang sangat dibutuhkan, karena sejak tahun lalu pelatih dan atlet angkat besi Sulsel sudah resmi pindah,” kata Attock.
Ia menambahkan, pada awal tahun ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Pengkot PABSI Makassar untuk menyusun peta jalan pembinaan, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana latihan sebelum melakukan rekrutmen atlet binaan.
“Sejak Rahmat dan Erwin pindah, kami tidak lagi memiliki fasilitas dan sarana latihan. Karena itu kami akan segera berkoordinasi dengan Pengkot PABSI Makassar agar bisa berkolaborasi menghadirkan sarana dan prasarana latihan yang baru,” tutup Attock. (adi)
