BPS: Jumlah Wisatawan Asing Datang ke Jabar via Whoosh Naik 41,99%

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG— Perkembangan pariwisata Jawa Barat hingga November 2025 menunjukkan tren positif, terutama pada perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan kedatangan Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui Kereta Cepat Whoosh. 

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, merilis data yang mencatat kenaikan signifikan total perjalanan wisnus dan peningkatan kunjungan WNA via Whoosh secara tahunan. 

“Kenaikan aktivitas perjalanan ini turut berdampak pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di provinsi tersebut,” ungkap Darwis, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan kunjungan WNA ke Jawa Barat melalui kereta cepat Whoosh mencatatkan kenaikan sepanjang November 2025. Jumlah kunjungan WNA tercatat 16.635 kunjungan, naik 1,24% dibandingkan Oktober 2025 dan naik 19,87% dibandingkan November 2024.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

“Total WNA yang masuk ke Jawa Barat menggunakan Whoosh sepanjang Januari-November 2025 mencapai 177.283 kunjungan. Angka ini naik 41,99% dibandingkan periode yang sama 2024,” rinci Darwis.

Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) berdasarkan pintu masuk Bandara Kertajati pada November 2025 tercatat sebanyak 181 kunjungan. 

Baca Juga

  • Arus Balik Nataru, Kereta Cepat Whoosh: 355.000 Tiket Terjual!
  • Ratusan Barang Tertinggal di Whoosh saat Libur Nataru, dari Botol Minum hingga HP
  • Kaleidoskop 2025: Deretan Peristiwa Transportasi, Polemik Utang Whoosh hingga Bandara IMIP

Angka ini naik 19,87% dibandingkan Oktober 2025 yang sebanyak 151 kunjungan. Meskipun terjadi kenaikan secara bulanan, secara year-on-year angka ini turun tajam sebesar 75,37% jika dibandingkan November 2024 lalu. Mengenai asal wisman, Darwis menjelaskan didominasi dari negara tetangga. 

“WNA asal Singapura masih mendominasi kunjungan ke Jawa Barat melalui Kertajati sesuai dengan rute yang tersedia yaitu Singapura-Kertajati,” kata Darwis.

Sementara itu, sektor domestik, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada November 2025 mencapai 17,66 juta perjalanan. Angka ini naik 3,64% dibandingkan Oktober 2025 dan naik 29,32% secara year-on-year dibandingkan November 2024. Peningkatan juga terlihat pada data kumulatif tahunan. 

“Jumlah perjaanan wisnus sepanjang Januari-November 2025 mencapai 193,24 juta perjalanan, meningkat 28,78% dibandingkan periode yang sama 2024,” terang Darwis.

Ia memaparkan daerah tujuan utama perjalanan wisnus yang tertinggi adalah Kabupaten Bogor sebesar 14,98%, diikuti Kota Bandung sebesar 11,37%, Kota Bekasi sebesar 6,80%, Kabupaten Bandung sebesar 6,74%, Kabupaten Bekasi sebesar 6,28% dan Kota Depok sebesar 5,72%.

Tingkat Hunian Kamar Hotel

Seiring meningkatnya perjalanan wisnus, tingkat hunian kamar (TPK) hotel juga mengalami peningkatan sepanjang November 2025. TPK hotel bintang mencapai 53,54%, naik 3,31 poin dibandingkan Oktober 2025, dan naik 0,56 poin secara year-on-year terhadap November 2024. 

Wilayah yang memiliki TPK hotel bintang tertinggi yaitu Kota Bandung sebesar 63,84%, Kota Sukabumi sebesar 63,79%, Kota Depok sebesar 63,45%, Kota Bogor sebesar 61,65%, dan Kabupaten Karawang sebesar 60,78%.

Sedangkan klasifikasi TPK non-bintang pada November 2025 mencapai 23,48%, naik 1,22 poin dibandingkan Oktober 2025 dan naik 0,78 poin dibandingkan November 2024. 

Kota Bandung menjadi yang tertinggi TPK hotel non-bintang sebesar 40,36%, diikuti Kota Cimahi sebesar 35,63%, dan Kabupaten Majalengka sebesar 34,02%. Angka terendah dicatatkan oleh Kabupaten Pangandaran sebesar 10,31%.

Lebih lanjut, Darwis merinci rata-rata lama menginap tamu di Jawa Barat. Dari data TPK hotel tersebut kita dapatkan rata-rata lama menginap tamu asing selama 2,56 malam, dengan Kabupaten Purwakarta yang memiliki angka tertinggi yaitu 6,87 malam. 

“Sedangkan tamu domestik selama 1,32 malam dengan Kota Depok yang memiliki angka rata-rata tertinggi selama 1,66 malam,” rinci Darwis.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Berpotensi Tembus Level 9.000, Simak Analisa Saham MINA-ASII
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Catat! Ini Prioritas Utama Satgas Pascabencana Sumatera Bentukan Prabowo
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Strategi Investasi Saham 2026, Berburu Saham Bluechip or Konglo? Begini Kata Founder Mikirduit
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
YLBHI: Terdapat Banyak Pasal di KUHP yang Berbahaya buat Masyarakat
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pelindo Regional 3 Catat Peningkatan Arus Penumpang Selama Nataru 2025/2026
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.